Saturday, December 18, 2010

Mengenal SulSel bersama Onliner, Mengenal diri dan lingkungan

Tanggal 11-12 Desember 2010 yang lalu, Saya bersama anak-anak saya mengikuti acara Field Trip dalam rangka HUT Angingmammiri yang ke 4 di PPLH Puntondo. Ditengah kesibukan yang menyita waktu dan pikiran, secara rasional terasa gak pas jika mengisi kegiatan yang berada di luar kota dan yang pasti akan menguras energi.

Keputusan memang last minute, dan dengan berbagai resiko tersebut saya tetap memutuskan untuk berangkat dan berharap bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu di acara tersebut.

Meski beberapa hambatan ditemui pada saat pelaksanaan, misalnya waktu keberangkatan yang tidak sesuai dengan schedule awal, bis angkutan yang bingung dengan tempat ngumpul tetapi semua itu terbayar begitu tiba di tempat acara.

Para narasumber yang diundang pun sangat memberikan motivasi dan pemikiran-pemikiran baru.
Dari SalingSilang.com, Zamroni memberikan pengetahuan tentang betapa pentingnya informasi mengenai data yang akurat berkenaan dengan jumlah blogger yang ada di Indonesia.

Budi Putra yang tidak asing lagi di dunia blog juga menjelaskan betapa pentingnya sosial media digunakan untuk menyatakan aspirasi, promosi, dan berbagi hal-hal yang baik bagi orang lain. Tetapi sama seperti pepatah, niat benar cara salah belum tentu akan sesuai dengan tujuan kita. Oleh karena itu beberapa tips yang disampaikan agar bisa "dianggap" di dunia social media antara lain
  • tidak berusaha untuk menjadi "lebih pintar" dari orang lain
  • menggunakan link untuk informasi yang banyak sehingga tidak mengganggu timeline follower kita (jika menggunakan microblogging, spt twitter)
  • menggunakan bahasa Inggris, sehingga informasi tersebut bisa "mendunia"
Dari acara yang telah dipersiapkan oleh panitia, yang paling berkesan adalah Diskusi mengenai #saveBSO acara larut malam tetapi merupakan diskusi yang seru, penuh dengan spirit cinta terhadap budaya dan sejarah. Kehadiran Nandar Moehammad - dosen arkeolog Universitas Hasanuddin telah menambah khazanah pengetahuan sejarah tentang Benteng Somba Opu dan keadaannya saat ini.

Menginap di daerah yang menyatu dengan alam memang beresiko, serangga-serangga seakan-akan ingin menjadi teman tidur kita, tapi jika kita tidak menganggapnya sebagai gangguan mereka pasti tidak akan mengganggu.

Hawa yang dingin mengantar saya dan anak-anak tidur dengan nyenyak, sangat nyenyak. Dan begitu terbangun kita sudah disajikan keadaan alam yang sangat menyejukkan, burung yang riuh berkicau, udara yang masih segar dan pemandangan pantai adalah kombinasi keindahan alam yang tiada bandingannya.

Sedikit terlintas kekuatiran karena gerimis di pagi hari tersebut, tetapi rupanya alam bersahabat dengan kita, begitu acara field trip dimulai cuaca menjadi cerah bahkan cenderung panas bersemangat seperti ingin menyesuaikan dengan semangat yang kita miliki.

Berbagai pelajaran yang diikuti diantaranya pemanfaatan lahan sempit untuk tanaman, pengolahan sampah, dll yang berkenaan dengan lingkungan sangat menarik dan membuat kita sadar bahwa selama ini saya masih sangat tidak bersahabat dengan lingkungan. Desa Nelayan yang dikunjungi pun memberikan gambaran kehidupan mereka khususnya dalam bidang ekonomi, bagaimana mereka berusaha memperbaiki taraf hidup mereka dengan memanfaatkan sumber daya laut sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dari keseluruhan kegiatan ini sangatlah bermanfaat bagi saya pribadi, membuatku bisa lebih mengenal diri, dalam mengambil keputusan dan mengenal lingkungan sebagai sahabat yang harus dihargai.

Salut untuk Angingmammiri, semoga komunitas ini lebih maju dan lebih menyebar sehingga menjadi media dalam menyebarkan informasi-informasi yang bermanfaat, berguna bagi semua orang. Salut untuk kekompakan, persahabatan dan persaudaraan yang erat dan sangat terasa.

Happy birthday Angingmammiri,
Sukses Selalu!

foto: milik dg ipul dan me

Sunday, August 29, 2010

Diskon Dunia atau Diskon Akhirat

Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam sedunia, bulan yang penuh berkah dengan limpahan rahmat dari Allah SWT. Bulan dimana kita berusaha memanfaatkan waktu untuk dipenuhi dengan amalan-amalan yang bernilai ibadah. Kenapa terkhusus bulan Ramadhan kita 'berburu' amalan? Hal itu karena sudah dijanjikan bahwa bulan suci ini dipenuhi oleh kasih sayang Allah SWT. Setiap amalan dilipatgandakan pahalanya. Maha suci Allah dan Maha Pemurah.

Bulan Ramadhan juga adalah bulan berkah bagi usaha dagang apapun, dari belanja dapur hingga sampai barang gadget. Semuanya panen. Menyambut hari raya dengan penuh kegembiraan dimana tunjangan hari raya yang sudah menjadi aturan dari pemerintah sangat mendukung transaksi-transaksi ini. Mall mall berlomba-lomba juga memberikan diskon, penawaran yang menarik agar barang-barang yang dijual bisa laku.
Sebagai konsumen kita kadang jadinya dibuat bingung, terlalu banyak pilihan. Apalagi berbelanja saat berpuasa, dimana rasa lapar kadang mendorong nafsu kita untuk belanja gila-gilaan. Hal sederhana yang bisa sebagai bukti pernyataan tersebut. Saat kita berbelanja ta'jil sebelum berbuka. Semua penganan terasa enak dan semuanya ingin dimakan. Tetapi ketika sudah
berbuka hanya sedikit yang bisa masuk ke dalam perut.

Dua pilihan diatas memang membuat kita susah memutuskan kira-kira yang mana yang kita pilih. Ingin diskon dunia atau diskon akhirat.
Anjuran para ulama otomatis menharapkan kita memanfaatkan setiap detik waktu kita untuk beribadah kepada Allah SWT, tetapi godaan dunia sangat-sangat menarik dan membuat kita kadang lupa akan bonus kasih sayang yang diberikan oleh Allah.

10 hari terakhir Ramadhan, adalah 10 hari yang sangat pendek bagi orang yang benar-benar mengharapkan ridho Allah. I'tikaf di mesjid adalah cara untuk lebih fokus beribadah khususnya sholat malam dan membaca surat cinta dari Allah, yaitu Al Qur'an. Tetapi 10 hari terakhir Ramadhan adalah juga waktu yang sangat singkat bagi orang-orang yang berburu belanjaan di mall-mall, pasar dll.

Pilihan memang ada pada kita masing-masing, apakah ingin dunia atau akhirat. Tetapi kadang kita manusia yang lemah ini lebih memilih yang nyata daripada yang ghaib. Lebih memilih berburu belanjaan dibanding berburu pahala dari amalan.

Ya Allah, 10 hari terakhir Ramadhan ini. Hanya dengan kasih sayangmu kami berharap Engkau tetap mengistiqamahkan kami dalam beribadah semata-mata karenaMu, adapun pahala yang Engkau janjikan semata-mata urusanMu. Tiada yang kami harap selain ridhoMu. Bimbinglah kami, cerahkan hati kami agar tidak terpengaruh dengan urusan dunia selagi waktu yang Engkau berikan masih untuk kami Amin.

Monday, August 23, 2010

Ya Allah, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat

Kalimat diatas adalah kalimat Nabi Isa AS yang diucapkan saat dia disalib berdasarkan kitab Injil Perjanjian Baru. Mamie masih ingat, dan memang banyak2 hal yang masih berbekas dalam ingatan tentang ajaran-ajaran yang dulu mamie terima selama masih menganut agama Katolik.

Setelah berkeputusan untuk hijrah ke agama yang menurut diriku pribadi adalah yang paling bisa mamie terima dan membuat mamie nyaman, mamie telah berkeputusan bahwa mamie tidak akan seperti orang-orang lain yang setelah berpindah keyakinan, kesempatan untuk menjelek-jelekan keyakinan sebelumnya dibuka lebar di depan umum.
Alasannya sederhana, ini masalah keyakinan, masalah didalam diri dan apapun yang terjadi adalah mamie yakin sudah merupakan kehendakNya. Bagaimana mamie bisa berpikir dan menganalisa dan menerima hingga merasa cocok dengan melaksanakan syariat Islam seperti saat ini.

Sebagai manusia, pastilah mamie juga pernah khilaf dan itulah kelemahan kita sebagai manusia.
Ada kejadian dimana seorang teman, yang menurut mamie adalah teman yang baik, sopan dan sangat dewasa tiba-tiba "menyerang" pada tempat yang tidak "wise" menurut mamie.
Entahlah maksud dan tujuannya untuk apa, tetapi sebagai manusia biasa, mamie juga bisa emosi, tidak terima, marah, dan berusaha menyerang balik.

Serasa dada ini sesak, seperti ada yang membatu di dada, ingin mendesak keluar sebagai sikap antipati dari keadaan yang terjadi.
Sangat tidak mengenakkan...

Tetapi, entah bagaimana tiba-tiba mamie mengingat kalimat diatas.
"Ya Allah, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat"
Kalimat itu akhirnya berulang-ulang mamie ucapkan dalam hati, dan Alhamdulillah.. segala puji bagi Allah, perasaan sesak tadi berubah menjadi kelegaan yang menenangkan.

Tidak salah jika orangtua pernah berkata, memaafkan sangat bermanfaat untuk diri kita sendiri.
Hanya saja keegoisan kita, ingin dikatakan sebagai pihak yang benar, dan ingin menunjukkan kenyataan sebenarnya yang membuat kita menjadi lupa, bahwa apa pun yang terjadi pada kenyataan itu adalah seizin Allah. Sebagai mahluk berakal, kita cuma diharuskan memilih dari hasil proses berpikir.

Nah, tinggal kita memilih juga yang mana yang bermanfaat untuk diri kita, memaafkan ataukah "ngotot" menyerang balik orang lain yang telah membuat kita sakit hati. :)

The choice is mine, and also yours

Pengenalan Medical Linux

Tanggal 21 Agustus 2010 kemarin, Komunitas LUGU Makassar mensupport orientasi pengenalan Medical Linux di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar

Pesertanya merupakan mahasiswa baru fakultas kedokteran angkatan 2010. Acara tersebut dimulai agak mundur dari jadwal yang direncanakan dikarenakan adanya kendala fasilitas pada ruangan yang digunakan.

Materi yang dipresentasikan adalah:
Pengenalan Linux - Arman Idris
Pengenalan Medical Linux - Asri Rachman
Pengenalan Aplikasi yang ada pada Medical Linux - M. Resha
Open Office - Mamie Lily (its me)
GIMP - Ancha
Multimedia - Phipho

Acara juga didukung oleh beberapa pihak rekanan yaitu Telkom Speedy, Ariel Computer dan Indosat

Secara keseluruhan acara berjalan lancar, walaupun terlihat ada beberapa mahasiswa yang agak kelelahan, mungkin bertepatan dengan bulan puasa.

Dan acara ditutup sekitar pukul 1 siang, yang juga mundur dari rencana awal sekitar pukul 12

Semoga apa yang diberikan bisa bermanfaat.

Sunday, August 22, 2010

Makassar Tidak Kasar

Banyak persepsi yang timbul begitu mendengar tentang gerakan "Makassar Tidak Kasar", yang digagas oleh Aan Masyur, yang bukan orang Makassar tetapi cinta Makassar.

"Media itu yang terlalu melebih-lebihkan", "Mahasiswa itu yang nda ada kerjaan", dsb yang kebanyakan berkesan negatif tentang keadaan yang sudah terjadi.

Mungkin, bagi pribadi saya mungkin memilih kata sendiri untuk gerakan ini
Makassar is beautiful, Makassar Menyenangkan, Makassar Menggiurkan, dan beberapa pilihan kata yang terlintas dari pikiran.

Sangat wajar jika banyak persepsi yang negatif timbul dari pilihan slogan yang mengandung kata TIDAK. karena secara tidak langsung mengarahkan kita untuk berpikir mengcounter pernyataan tersebut, atau membenarkan dengan pernyataan yang cenderung negatif juga

Tetapi bukan itu cuma sekilas dari apa yang saya pikirkan tentang pilihan kata pada slogan tersebut.

Esensinya sangat berarti buat saya pribadi, selama ini memang Makassar dikenal dengan kota yang penuh dengan tawuran, serangan kepada kaum minoritas (baca: ganyang), demo yang anarkis dan lain lain yang membuat orang bisa berpikir untuk menjauh dari kota ini.

Saya pribadi dari golongan minoritas merasakan "ketakutan" tersebut sewaktu masih kecil. Selama tinggal di Makassar sejak lahir mungkin tercatat ada 3x peristiwa pengganyangan besar-besaran terhadap warga keturunan. Saat itu saya trauma, dan sadar bahwa tempat ini bukan tempat yang menyenangkan. Bahkan beberapa teman sudah memutuskan untuk tidak akan kembali ke kota ini.

Namun, setelah saya benar-benar "membaur", bergaul dengan warga Makassar bahkan menikah dengan orang Makassar asli saya merasakan hal yang berbeda.

Ketakutan itu sebenarnya karena saya tidak "mengenal" dengan baik Makassar dan orang-orang yang tinggal di kota ini.

Bagai 2 sisi mata uang, ada baik ada buruk dan itu hal yang wajar. Tidak akan ada tempat yang benar-benar nyaman di dunia ini. Makassar pun demikian, punya kekurangan dan punya kelebihan.
Hal dimana saya melihat kekurangan itu lebih dominan ketika saya sebagai kaum minoritas dan memisahkan diri dari masyarakat lokal. Dan itulah yang terjadi sekarang, orang-orang dari luar Makassar pasti berpikiran seperti saya ketika masih kecil.
Dan sekarang adalah tugas kita bagaimana caranya agar mereka bisa merubah pandangan terhadap Makassar dengan kelebihan-kelebihan yang kita miliki dan masih belum nampak.

Gerakan Makassar Tidak Kasar adalah solusi, dimana diharapkan gerakan ini memacu motivasi, kreatifitas kaum muda Makassar untuk bisa dikenal lebih dekat lagi sehingga akan dicintai dengan menyajikan kelebihan-kelebihan yang selama ini memang sudah ada namun tidak nampak oleh orang orang diluar Makassar.
Kelebihan yang membuat saya merasa betah dan nyaman berada di kota Makassar dan bersama dengan orang-orang Makassar.

Ewako!

Friday, May 21, 2010

Expected the unExpected

Agak susah mamie memaknai judul di atas, tetapi intinya mungkin bahwa kita harus selalu siap dengan kondisi seburuk apapun yang bisa terjadi dalam kehidupan kita.

Baru-baru ini mamie sedikit terguncang karena hal tersebut.
Seorang teman yang selama ini menurut mamie sangat "perfect" sebagai teman, berteman dengan hati tanpa tendensi apa apa

Tetapi rupanya apa yang disampaikan saat itu membuat mamie berpikir, orang bisa saja berubah oleh keadaan. Dia berubah karena ekspektasi terhadap sesuatu

Dan intinya kita harus sadari bahwa hal yang sama dapat saja terjadi pada diri kita. Dengan begitu kita akan berusaha mengerti, memahami mengapa dia bisa berubah.

Tidak salah jika berkenaan dengan niat, kadang orang-orang berbicara

YANG PENTING NIAT

tetapi rupanya niat dari awal tidak cukup, niat juga perlu dijaga pada saat proses dan sampai akhir

Jika sudah begitu insya Allah kita bisa berada dalam koridor awal yang telah kita putuskan sebelumnya.

Terus, jika itu perubahan itu terjadi pada orang selain dari kita, be realistic... people is changed
Oleh karena itu kita harus menjaga persepsi, tetap lurus dan tidak berlebihan dalam menilai karakter seseorang, karena setiap manusia punya dua sisi dalam hidup. BAIK dan BURUK
dan yang bisa memilih itu adalah kita sendiri.

Tuesday, April 13, 2010

Rok ku...!! Rok ku...!! Stop!!! :p

Setiap ke Jakarta sudah merupakan kewajiban bagi mamie untuk mengunjungi putri tercinta di Bekasi, walaupun tinggalnya terpisah 4 rute angkot dengan mama, perjalanan itu harus ditempuh demi memusakan rasa kangen yang menumpuk

Dari perumahan Harapan Indah ke Bekasi Regency butuh waktu sekitar 1.5 jam perjalanan dengan naik turun angkot Itu waktu minimal loh, belum lagi kalau angkotnya nge-tem.. bakalan bisa 2x lipatnya tuh.
Karena tidak ingin kesiangan mamie berangkat pagi, mulai dari angkot yang pertama.. aman.. kedua ... aman ketiga ... hmmm sedikit bermasalah karena mamie turun di daerah yang salah :P, konsekwensinya harus jalan sekitar 200meter untuk bisa nyampe nyambung lagi ke angkot berikutnya.
Alhamdulillah nyampe juga dengan perjuangan.

Sebenarnya walaupun setiap ke Jakarta mamie selalu melalui rute yang sama tetapi dasar otak ini produksi jadul makanya processornya juga sudah gak mampu merekam dengan baik :P

Bertemu dengan Cindy adalah hal yang paling membahagiakan, bagaimana tidak dia sudah gadis sekarang, tapi yah terus terang karena besar badannya hampir sama jadi seperti adik saja jadinya *ini karena gak mau dibilang tua saja :P*

Setelah melepas rindu, karena keterbatasan waktu akhirnya mamie harus kembali ke Harapan Indah. Perjalanan yang sama bakalan di tempuh, tetapi karena panas habis hujan jadinya gerah minta ampun. Maka sesampai di depan Harapan Indah mamie putusin untuk naik ojek aja. Selain gak lama nunggunya minimal bisa kena angin yang bener-bener mamie butuhkan disuasana segerah itu.

Satu keteledoran mamie adalah tidak mengingat bahwa mamie sedang mengenakan rok panjang, padahal sudah tau bahwa itu beresiko jika naik motor. Dan memang.. tidak begitu jauh dari gerbang tiba2 motor terasa tertahan... nyiiiiiiittttt..... mamie langsung berpikir Ya Allah, ... rok ku pasti nyangkut, bukan apanya perasaaan badan juga ikut tertarik ke bawah. Alhamdulillah tidak sampai jatuh karena bapak yang mengendarai motor juga gak ngebut.

Bang....!!! (khan lagi di Jakarta, pasti kalo di kampung manggilnya Daeng :D)
Rok ku...!! Rok ku...!! Stop!!! :p
.................
maka si abang itu langsung menyetop dan berhenti di bahu jalan. Alhamdulillah badanku gak sampai ikut terseret. Tetapi begitu turun dari motor mamie malah kebingungan.. gimana caranya nih.. sebagaian rok ku sudah kegulung di teralis, dan yang bikin malu karena rok sudah gak bisa nutupin kaki dan pinggang lagi ... (woot)

eeetssss... stop!!! jangan mikir macam-macam dulu
Itulah gunanya leging :P
Beruntung mamie pakai leging, sehingga letak rok berantakan pun aurat nya tetap aman :D
Tapi karena kebingungan mamie cuman bisa narik2 rok yang kegulung itu. Dan lucunya seorang Bapak datang dan bicara: "Bu, khan ibu pake celana panjang, udah roknya dibuka aja", iyah juga yah pikirku.. dasar bego nih :P
akhirnya rok dibuka dan jongkok lah aku juga bersama 2 bapak2 itu untuk mencoba mengeluarkan rok yang kelilit tersebut. Tetapi karena dah keikat erat gak ada jalan lain akhirnya di gunting. Eh bapak yang singgah itu bawa gunting juga loh.. *persiapan banget deh keknya*

Ah seandainya masih sempat kepikiran, pasti sudah minta orang lain buat memotret kami bertiga mengerjai roda ban belakang motor itu hahahaha...

Akhirnya dengan usaha lumayan rok ku berhasil dilepas dengan keadaan tercabik-cabik..
Yah ga apa apa lah dari pada diriku yang tercabik-cabik hihihi...
Astaghfirullah..
Alhamdulillah..

Semoga hal ini bisa menjadi pelajaran buat teman untuk bisa lebih berhati-hati..
tapi diriku gak bakal kapok pake rok panjang, dan yang pasti akan pake leging terus :P

Sunday, January 31, 2010

Sudah Salah Ngotot Lagi...! Harus diapakan yah? :D

Benar-benar kejadian yang singkat ini merubah suasana hariku di hari ini.
Ceritanya pagi setelah urus-urus rumah dengan segala kesibukan layaknya ibu rumah tangga saya siap-siap ke kantor.
Sesampai dikantor tiba-tiba ada yang menelpon, suara seorang ibu yang kedengarannya berlogat melayu-chinese.

"ini nomernya pak edi ... khan!", kira-kira gitu cara dia menyapa pertama kali
karena nomor handphone yg saya pakai sudah bertahun-tahun lamanya jelas jawabanku "bukan bu, gak ada pak edi disini dan saya tidak kenal namanya pak edi"

"lalu ini siapa?" *gubrak*
jelaslah saya gak akan menyampaikan identitas saya kepada orang yang tidak atau belum saya kenal.
"maaf bu, saya tidak akan menyampaikan ke ibu karena mungkin ibu salah telpon"
"gak mungkin, ini pasti telponnya pak edi!!!"
Masya Allah,.. gimana menjelaskannya yah kalo nomor ini punya saya.

"Maaf bu, saya ini di Makassar, ibu benar cari orang di Makassar yah? ibu emang dimana sekarang?"
Saya mulai tertarik untuk mencari tahu lebih jauh siapa tahu ada "clue" informasi yang bisa saya sampaikan.
"di Kuala .... *suara hilang karena signal*"
"hah? ibu di luarnegeri yah?" - pikiranku mungkin dia sebut kuala lumpur atau semacamnya.

"ah.. tak usah sok sok luar negeri deh" sahut si ibu itu mencemooh

*ting!!! naik pitam deh saya*

"loh ibu ini, sudah salah nelpon ngomongnya pake bahasa yang gak bagus lagi, saya bisa melapor untuk sesuatu yang tidak menyenangkan yang ibu perbuat kepada saya loh" - saya mengancam dengan suara mulai meninggi

Bukan apa-apa, si ibu ini sudah salah ngotot dan berkata-kata yang gak sopan lagi. Akhirnya dia bilang "yah sudah kalau ini salah telpon"

*gubrakzzzzzzzzzzz*
kalo bisa pingsan di tempat saya pasti pingsan deh..
ampun..
memang sepertinya saya masih harus melatih kesabaran saya, khususnya menghadapi situasi seperti ini. Masih ada hal-hal yang masuk ke hati padahal persoalan sepele.

Bu, dimana pun ibu berada mohon maaf atas "suara tinggi" yang keluar dari mulutku, dan ibu tanpa meminta maaf sudah saya maafkan kok.
Pasti karena ibu dalam keadaan terdesak atau lagi sulit, semoga ini menjadi pelajaran untuk kami berdua..

^_^

Friday, July 24, 2009

Nyesel deh (doh)

Keliling nyari CD my idol Marc Anthony tidak juga berhasil saya peroleh. Ah kadang saya merasa perlu menyalahkan diri. Sebagai salah satu penikmat lagu yang biasa membeli bajakan membuat pasar CD original sudah terkesampingkan.

"Apa ini karena banyak mp3 bajakan yah mba?" Tanyaku kepada pramuniaga Disc Tara yang berada di Panakkukkang Square. Masih ingat beberapa waktu yang lalu toko ini mengambil sekitar 5 petak ruangan, namun sekarang sudah mengecil menjadi 1 petak saja. Suasananya pun tidak senyaman dan selapang dulu, dan yang pasti CD CD yang dijual tidak lagi lengkap.
Disaat saya ingin memperoleh CD music dengan kualitas memuaskan justru tidak tersedia.
"Mbak, di Mall Ratu Indah mungkin ada stoknya yah?", tanyaku ngotot ingin memperoleh yang kuinginkan. "Sudah lama tutup mbak", jawabnya
Oh my God, bahkan saya tidak menyadari toko yang di Mall yg satu itu sudah tutup. Kembali dalam hati aku menyesal.

Memang dibandingkan membeli mp3 bajakan yang nilainya cuman 10% dari CD aslinya, membuat kita kadang lebih tergiur untuk membeli bajakan. Ditambah dengan lagu2 tambahan hingga bisa sampai 8 album.
Tetapi saya terus terang sering merasa menyesal dikarenakan suaranya yang tidak terlalu memuaskan. Quality identic with price, sepertinya masih berlaku.

Marc Anthony, my idol..
Saya akan sabar menantimu mengalunkan suara emasmu di telingaku
Sambil aku melatih salsa dance hingga jika waktunya kita bisa bersama-sama menikmati apa yang diberikan Tuhan melalui dirimu.
Kesabaran menandakan kesetiaan
Aku akan setia padamu Marc
Ya..
Sesekali berselingkuh dengan Jason Mras
Yang aku beli karena tidak ingin pulang dengan tangan kosong. :p

Tuesday, May 26, 2009

Pulanglah Adikku

Sudah beberapa minggu Dia, yang sudah kuanggap adik sendiri datang ke Makassar meninggalkan kota tempat dia, suami dan anak-anaknya tinggal.
Walaupun agak pribadi keluhannya, tapi mamie merasa penting untuk mencatat ini sebagai suatu hal yang mungkin nantinya bisa mengingatkan kita-kita sekalian.
Dikarenakan masih tinggal bersama mertua dan suami yang kerja serabutan, Dia merasa tidak cukup. Semuanya serba kekurangan. Dia selalu kuatir akan bagaimana hidupnya kelak, gimana sekolah anak-anak, gimana makan dan sandang dan sebagainya yang membuat dirinya merasa harus berbuat sesuatu.

Walaupun sebenarnya dia punya keahlian yaitu menjahit, itupun tak cukup dirasanya untuk bisa menghidupinya. Akhirnya dengan minta bantuan saudara-saudaranya di makassar, dia berharap bisa kemari dan mencari penghidupan baru. Dengan alasan yang dibuat agar suami percaya maka berangkatlah Dia ke Makassar dengan biaya yang merupakan hasil patungan dari saudara2nya.

Saat itu memang Dia sudah tidak bisa menahan lagi tekanan yang menurutnya sangat membuat dia sedih, berpikir tentang apa yang akan terjadi pada hidupnya kemudian. Tetapi ini mungkin saja proses yang harus dilalui untuk bisa menyadari. Kadang saat kita memiliki sesuatu kita jarang menyadarinya sampai barang/orang tersebut sudah tidak ada lagi.

Demikian yang dirasakan Dia, niat untuk bisa bekerja di makassar tak kesampaian juga, dikarenakan merasa bersalah telah membohongi suaminya dan meninggalkan seorang anaknya disana. Suatu hal yang memang harusnya jadi pelajaran untuk kita semua, bahwa restu itu penting untuk melaksanakan niat kita. Restu yang sebenarnya melepaskan diri kita dari rasa bersalah dan tidak mendapat dukungan. Alhasil Dia melalui hari-harinya dengan tanpa ada sesuatu yang dikerjakan yang berhubungan dengan niatan awalnya. Malahan cenderung resah merasa terombang ambing diantara pilihan antara menetap dan tidak.

Akhirnya dengan keadaan tak menentu, Dia menjadi labil, bingung dengan apa yang harus dia lakukan.
Setelah bermusyawarah dengan suami, saya akhirnya berbicara kepada Dia. Yang namanya pernikahan adalah mustahil jika tidak terdapat hal yang tidak sesuai dengan keinginan.
Tetapi pernahkah kita sadar bahwa setiap benturan, goncangan itu akan membuat kita lebih dewasa dan lebih bisa memahami, menerima arti hidup?

Kadang banyak orang yang gagal dan hampir gagal dalam menjalankan kehidupan perkawinan dengan alasan, saya tidak cocok lagi, atau semuanya tidak sesuai dengan keinginan saya lagi

Tapi layaknya intan, untuk memperoleh intan yang bersinar, haruslah diamplas hingga sinarnya bercahaya dan bernilai mahal
kira-kira seperti itulah kita hidup dan belajar dengan orang-orang disekitar kita termasuk kepada pasangan kita

Pulang lah adikku,
Jangan lari dari keadaan yang akan membuat diri kita menjadi intan yang bisa memberikan cahaya bagi orang-orang disekitar kita.

Monday, May 18, 2009

Launching AstaMedia Blogging School

Sudah sebulan yang lalu mamie menerima notifikasi dari FB tentang akan diresmikannya sekolah blogging yang pertama di Makassar. Karena memang berminat, mamie rencana akan menghadirinya. Oleh karena itu pada agenda Blackberry sudah mamie simpan skedul acara tersebut.

Seminggu sebelum acara, Mr. Iqko alias om beruang menghubungi mamie dan memberitahukan jikalau mamie bersedia menjadi moderator di acara tersebut. Wah.. kesempatan narsis gak boleh disia siakan :P. Segera mamie menjawab OK BOSS. Dengan meminta profil pembicara dan materinya biar nanti yang diomongin nyambung.

Mungkin kesibukan yang dialami oleh Iqko dan Nanhie, panitia pelaksana acara membuatnya melupakan permintaan mamie, bayangin undangan aja yang dijanji akan dikirim di rumah akhirnya lewat email dan itu malam sebelum acara :P

Tapi no problem, memang adik-adik ini suka memacu adrenalin kita, biar dumba dumba geleter mungkin. Dan dumba-dumbanya emang jadi, bayangkan yang jadi narasumber itu adalah pak Onno W. Purbo, pakar IT Nasional yang tidak asing lagi. Gubrakk!! jadi puyeng tiba-tiba, gimana nih bicara sama pak Onno. Blum lagi dihubungkan sama nara sumber si empunya Blogging School ini, Mr. Asri Tadda :D *puyeng tujuh keliling*

Tapi berbekal "Bismillah" akhirnya mamie menjalankan tugas yang diberikan. Dan yang paling mengejutkan sosok pak Onno yang menurut mamie adalah seorang yang bisa jadi adalah Gig hehehe ternyata sangat menyenangkan. "Akarui" kata orang Jepang.

Dan secara keseluruhan acara memang menyenangkan, dipandu oleh orang-orang yang menyenangkan juga. Semoga sekolahnya juga menyenangkan. Harapan mamie adalah semoga Asta Media Blogging School dapat menjadi sekolah yang menghasilkan blogger2 berkualitas penuh kreativitas. Gak kek mamie sekarang ini, kalo mau nulis ..ya nulis.. tapi banyakan gak nulisnya :P

Sukses untuk AstaMedia Blogging School, sukses tuk panitia, sukses tuk semua narasumber termasuk pak Budi Putra, yang baru pertama mamie bertatap muka. Pokoknya Sukses untuk Semua

Thursday, March 26, 2009

Kembali ke Rumah Lama

"Mam, kok hostingnya gak diperpajang? tadi iseng-iseng saya buka kok gambarnya lain". Begitu kata teman mamie di ym, segera mamie menuju ke domain yang memang sudah hampir 4 bulan ini mamie gak perpanjang. Nauzubillah.. contentnya sangat2 tidak sopan. Astagafirullah.. .
Baru deh mamie sadar, kenapa waktu di Jakarta ketika bertemu dengan orangnya Pandi (Asosiasi pengelola domain Indonesia) dianjurkan untuk menggunakan web.id saja selain com.
Rupanya memang karena sifatnya internasional lebih mudah diambil, dibajak, dan digunakan oleh orang-orang lain yang tidak jelas asal usulnya.
Tapi apa boleh buat, walaupun dibawah tertera untuk menghubungi seseorang yg mengambil domain itu, mamie give up, toh emang gak niat memperpanjang lagi domain itu. Sementara ini mamie berusaha untuk bisa make web.id. tapi itu pun mikir-mikir kok nyusahin dan repotin orang banget yah? mana om Mus pasti sibuk untuk ngurusin kerjaan dan kuliahnya, pasti sulit waktunya buat ngurusin hal-hal seperti ini untuk mamie.

Dengan pertimbangan diatas mamie akhirnya memutuskan menggunakan "rumah lama" mamie, blog pertama mamie.
Sama juga dengan pikiran mamie akhir-akhir ini, dimana mamie kepikiran untuk mencari tempat tinggal yang lebih kecil, lebih tenang dan lebih sederhana.
Sepertinya memang sudah pada batasnya.. dimana kita sudah mulai jenuh dengan hal-hal yang berbau wah..

Hal yang selama ini membuat hidup kita terasa berat. Menurut teori Zen, dalam simplifying your life, kita harus melepaskan semuanya. Melepaskan hal-hal duniawi yang selama ini membuat kita menjadi stress, berpikir keras untuk sesuatu yang tidak bakal kita bawa jika akhir hayat kita.

Simple, sederhana, rumah lama pun jadi nyaman

Wednesday, February 13, 2008

Move

Mamie pindah rumah *-^ kembali :P

Sejak rumah mamie disabotase orang yang tidak tau dari mana asalnya akhirnya mamie pindah kembali ke rumah lama hehehe...

Ternyata rumah lama lebih asik, lebih adem, lebih sederhana dan gak pake duit bayarnya hahah..

selamat datang kembali ^_^

Wednesday, January 23, 2008

Nonton Tsugaru Shamisen


Dalam rangka memperingati 50 tahun persahabatan Indonesia dan Jepang, hari Selasa tanggal 22 Januari kemarin didiadakan pertunjukkan Tsugaru Shamisen dengan menghadirkan pemain shamisen yang terkenal di Jepang yaitu Kazuhiro Fukui.

Undangan diperoleh gratis di Konsulat Jendral Jepang dan gedung kesenian Societeit de Harmonie dipenuhi oleh pengunjung yang antusias dengan performance yang sangat menarik itu.
Walaupun dimulai dengan waktu yang agak telat, tetapi itu tidak membuat suasanya kekaguman menjadi berkurang. Ditambah dengan kolaborasi MC yang menarik yang salah satunya merupakan staf dari Konsulat Jendral Jepang, Ms. Matsuoka.

Alat musik ini berasal dari Timur Tengah dan setelah masuk ke Jepang di sekitar abad 15 dan 16 berubah bentuk disesuaikan dengan kesenian lokal. Perubahan tersebut berlangsung sampai sekarang. Yang awalnya dipakai sebagai alat musik pengiring sekarang cenderung disajikan solo. Shamisen yang dulunya juga dipetik dengan tempo lambat, sekarang sudah dengan tempo cepat. Perkembangan ini yang dominan terjadi di daerah Tsugaru sehingga dikenal dengan Tsugaru Shamisen.

Shamisen, yang terbuat dari kayu dan kulit ini tidak jauh seperti alat petik yang lainnya. Memiliki snar dan alat petik. Namun yang menarik disebutkan adalah harga sebuah shamisen ini sama dengan harga sebuah mobil mercedez. Cukup malah untuk sebuah alat musik, tetapi setelah alat ini dimainkan oleh pemain pro sekaliber Kazuhiro Fukui, harga itu seimbang dengan  bunyi yang dihasilkan.

Kazuhiro Fukui sendiri adalah musisi muda tsugaru shamisen. Sejak usia 10 tahun shamisen sudah menjadi alat musik pilihannya. Kazuhiro Fukui memenangkan 3rd Japan Tsugaru-Shamisen contest. dan telah tampil di event-event internasional seperti World Cup 2002, Aichi Expo 2005. Selain itu Kazuhiro Fukui telah berkolaborasi dengan musisi dari berbagai jenis aliran dan sudah merilis album berjudul GOLDFINGER, yang merupakan album J-Pop dengan tsugaru samisen didalamnya.

Penonton dibuat terlarut dalam alunan petikan tsugaru ini. Tempo dan stressing yang dimainkan dengan apik membuat diri kita seolah-olah berada di negeri sakura saat itu. Iringan tepuk tanganpun terasa tidak cukup untuk menunjukkan kepuasan dalam menonton pertunjukan ini. Terima kasih untuk Japan Foundation dan Konsulat Jendral Jepang yang telah mempersembahkan pertunjukan ini kepada Makassar, sebagai salah satu usaha untuk lebih mengenal Jepang dari segi budaya. Selamat memperingati Golden Year persahabatan Indonesia Jepang.

Thursday, January 10, 2008

Raih mimpi di 2008

"Selamat tahun baru, semoga tahun ini menjadi waktu bagi terwujudnya harapan dan impian kita", isi short message service yang saya kirimkan ke beberapa teman di awal tahun ini.
Lalu apakah yang menjadi impian saya sendiri?, apa yang menjadi harapan di tahun ini?

Tentukan Jalan dan Peran
Sangat sulit sebenarnya untuk mendefenisikan mimpi-mimpi yang ada dikepala menjadi rencana-rencana kecil untuk meraih mimpi itu. Sebagai manusia saya masih tidak terlepas dari keinginan-keinginan berlebih. Mau ini mau itu, pengen ini pengen itu. Hal ini yang membuat seolah-olah saya bagai air di daun talas. Tetapi saya sadar, mengapa hal itu bisa sulit buat saya. Keadaan-keadaan tertentu dimana saya tidak merasa nyaman membuat saya berpikir instan. Saya seharusnya tidak menganggap sepele anjuran para daeng ku mengenai perlunya kita membuat track atau jalur apa yang harus dilalui untuk mencapai mimpi itu khususnya di tahun 2008 ini.
Beralasan kesibukan sehari-hari sebenarnya membuat saya menjadi lebih terpuruk dalam keadaan yang membuat saya lebih tidak bisa memberi ruang untuk berpikir selain menjalani, melaksanakan saja apa yang ada didepan ku saat itu. Terima kasih daeng untuk tetap motivatorku.
Semua orang pasti ingin maju, berbuat sesuatu yang lebih di setiap harinya. Semua itu tidak akan bisa tanpa dorongan untuk mencapai titik impian yang kita inginkan. Dan yang mengawali itu adalah mengolahnya dengan pikiran. Kadang dalam role kehidupan ini, kita menjalaninya tanpa sadar. Hal ini saya rasakan sendiri dimana sebenarnya saya memiliki peran penting dalam hidupku.

Menjadi istri dan ibu yang disayangi
Semakin hari semakin merasa kenikmatan sebagai seorang ibu. Mungkin kerinduan selama jedah waktu yang agak lama ditinggal membuat aku merasa bahwa aku memang membutuhkan mereka, mereka membuat hidupku menjadi lebih bersinar. Kelucuan dan keluguan mereka membuat ku lupa akan persoalan-persoalan yang kadang berat untuk dihadapi. Berusaha menjadi istri yang baik dan patuh sama suami menerima kekurangan dan kelebihannya sekaligus.

Memperindah hubungan dengan orang-orang di sekitar.
Saya dilingkupi dengan orang-orang yang menyenangkan dan saya sangat bersyukur akan itu. Keinginan untuk berada di sekeliling orang-orang yang selalu memberi motivasi, terhadap semua hal. Saya ingin memberi sesuatu dalam kehidupan ini, ingin bermanfaat untuk orang-orang di sekitar saya. Dan yang pasti ingin memperluas pergaulan, sehingga kesempatan untuk dapat belajar lebih terbuka.Bergabung ke komunitas-komunitas yang bisa memberiku pengetahuan yang bisa aku manfaatkan untuk diriku dan untuk orang sekelilingku.

Fokus ke pekerjaan sosial
Pekerjaan sekarang adalah pembelajaran buatku, bagaimana mengelolah departemen dengan orang-orangnya sebenarnya tantangan berat buatku. Apalagi dalam suatu institusi yang aturannya sudah ditentukan. Otomatis saya cuma bisa “berimprovisasi” di lingkup departemen ku saja. Hal yang makin lama aku makin merasa terbatas. Ruang yang diserahkan ke aku sudah tinggal di maintain saja. Hal yang membuatku mulai merasa kurang tertantang lagi.
Dari sekian banyak pengalaman dalam bekerja yang sudah aku peroleh, yang paling menyenangkan adalah menjadi guru di tempat kursus dulu. Sepertinya kegiatan ini memanggil-manggil aku lagi. Aku ingat pepatah, saat kita memberi itulah saat kita menerima.Aku akan menempatkan ini sebagai salah satu rencana yang bisa membuat aku merasa “bermanfaat”.

Independensi, kemerdekaan berpikir dan bertindak pasti membuat kita bersemangat untuk lebih berinovasi, berimprovisasi dalam menghadapi setiap tantangan hidup. Ganbatte mamie!!!

Saturday, December 01, 2007

Hari Peduli Aids Sedunia

Tertulis di blog Ibu Erte

Mari bersama-sama memperingati hari AIDS Sedunia ini dengan posting tentang AIDS di blog masing-masing..
Selamat Hari AIDS Internasional.

Terus terang mamie tidak terlalu paham masalah AIDS. Yang mamie tahu hanya betapa menakutkannya penyakit itu dan penderitanya semakin hari semakin bertambah. Dan yang sulit adalah penderita pun kadang tidak kelihatan. Tidak seperti penyakit lain yang gejalanya dari awal memungkinkan untuk diketahui. Hal ini lebih dimungkinkan karena para penderita merasa malu dan takut untuk disingkirkan oleh masyarakat, oleh kita-kita ini.

Mungkin rasa peduli yang diharapkan itu belum bisa mamie berikan, tapi dengan anjuran ibu er-te mudah2an ini sedikit mengingatkan betapa bahayanya penyakit Aids ini, dan betapa pentingnya peranan kita untuk tidak membuat jarak dengan para penderita. BE SAFE! Dan Hidup lebih indah tanpa Narkoba.

Wednesday, November 07, 2007

Counting days... Tinggal sebulan Lagi..!

Hari ini tanggal 7 November 2007, berdasarkan bookingan tiket Garuda mamie, bulan depan mamie akan terbang dari Narita ke Denpasar. Hm.. tak terasa yah sudah 1 bulan lebih mamie di Matsuyama ini. Banyak pengalaman yang menyenangkan, dan sungguh tempat dan kehidupan disini membuat betah. Hal yang membuat mamie ingat akan rumah yaitu keluarga. Seandainya keluarga ikut di sini mamie pasti akan lebih betah lagi.
Hal yang paling mamie suka adalah karena bisa menghadapi kehidupan sehari-hari dari bangun pagi, siang hingga malam.

Hal yang mungkin menjadi tantangan adalah cuaca. Namanya juga gak terbiasa dengan udara dingin bawaannya masuk angin terus, untung bawa obat dari Indonesia, sehingga wes..wes..wes.. bablas angine. hehehe

Tapi benar, mamie merasa betah disini dengan kehidupan sederhana dan semuanya dilakukan sendiri. Dari bersih-bersih, cuci baju, ke kursus dll. Sangat menyenangkan. Untunglah mamie juga bisa nebeng di apato yuyi, yang pada dasarnya memang mamie merasa cocok dengan dia dan mudah2an yuyi juga gak komplen ditebengi.. hihihi. Tapi beneran mamie bersyukur, bisa dibantu sama yuyi.

Keadaan yang menyenangkan ini membuat mamie melirik tanggal kepulangan. Aduh tinggal sebulan lagi sudah harus pulang. Dan itu berarti di Matsuyama mamie tinggal 2 minggu, selebihnya training di kantor pusat di Kyouto dan Shizuoka.
Oh dear.. waktu terlalu cepat berlalu, masih banyak sebenarnya hal yang ingin mamie rasakan disini. Tetapi mamie juga gak bisa egois, keluarga di rumah menanti. Makasih papah sudah mengizinkan dan anak2 ku yang sabar ditinggal sama mamahnya. Terima kasih yang tak terhingga untuk kesempatan ini.

Menghitung hari, sebenarnya gak mau mamie lakukan, tapi itu sudah jalannya. Mudah2an sebulan kedepan lebih banyak lagi pembelajaran, pengalaman yang bisa mamie bawa pulang dan bagi2 sama orang2 tercinta. また頑張りましょう

Friday, October 12, 2007

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Pagi-pagi mamie bangun, dengan perasaan yang lain dari pada sebelumnya. Membayangkan hari ini di rumah pada siap-siap untuk sholat Ied bersama, mamie jadi sedih. Lebaran, seharusnya menjadi hari yang bahagia, hari kemenangan. Berbeda yang mamie rasa, berulang-ulang mamie memutar MP3 punya Ungu, SurgaMu..dan meresapi setiap lirik yang dilantunkan...

Segala yang ada dalam hidupku
Kusadari semua milikMu
Ku hanya hambaMu yang berlumur dosa

Tunjukkan aku jalan lurusMu
Untuk menggapai SurgaMu
Terangiku dalam setiap langkah hidupku

Karena…
Kutahu…
Hanya Engkau…
Tuhanku…

Allahu Akbar
Allah Maha Besar
Ku memujaMu di setiap waktu
Hanyalah padaMu
Tempatku berteduh
Memohon ridho dan ampunanMu

Allahu Akbar
Allah Maha Besar
KumemujaMu di setiap waktu

Hanyalah kepadaMu
Tempatku berteduh
Memohon ridho dan ampunanMu

Allahu Akbar
Allah Maha Besar
KumemujaMu di Setiap Waktu
------

Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar...
Aku bukan siapa-siapa
Karena Engkau maka aku ada
Ampuni aku ya Allah...
Maafkan aku atas kesalahan terhadap ciptaanMu

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Menjelang 2 Minggu di Matsuyama

Lama gak posting, bikin mamie kangen juga. Sebenarnya setiap hari pasti kepikiran mau nulis ah, cuman asli deh, sejak tiba hingga sekarang yang namanya waktu susah banget dicarinya. Ada-ada saja kegiatan yang menyita tenaga dan pikiran.

Hari ini dimana mamie merasa hari yang paling melelahkan, apa karena dah klimaks dari hari-hari yang sebelumnya? mungkin juga. Yang pasti setelah pulang dari kursus di Fukushi Center, mamie langsung gubrakzz,... tidur..
Mungkin karena kejauhan naik sepedanya dan pelajarannya emang susah. Mana teman mamie yang ikut dah pada jago-jago, satunya orang Australia yang dah sekolah selama 8 bulan. Satunya lagi orang China yang emang pada dasarnya punya pengetahuan lebih dengan karakter kanjinya. Wah capek banget deh.. apalagi setelah kursus nyempetin ke toko sayur yang lumayan jauh...

Beneran mamie harap kesehatan mamie disini bisa terjaga dengan baik, soalnya anginnya mulai dingin apalagi kalau malam.

Yang sebenarnya bikin sedih adalah malam ini, dimana mamie membayangkan di rumah pasti rame, orang-orang pada mengumandangkan takbir, sementara mamie cuman di kamar buka-buka milis dan blog.. sedih banget. Ingat keluarga di makassar..aduh tambah sedih deh.
Yah ini resiko dari pilihan yang mamie ambil, mau gak mau harus dihadapi. Minimal ini akan menjadi pengalaman dimana untuk pertama kalinya mamie lebaran tidak bersama dengan keluarga.

Rencananya besok akan sholat ied bersama sesama muslim di matsuyama dan sekalian halal bi halal. Tunggu ceritanya yah..

Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan pasti beresiko..
頑張ってねユリちゃん。

Monday, September 24, 2007

Madagaskar.. Life & Frienship


Sebenarnya film ini sudah beberapa kali mamie nonton. Perasaan ini film animasi yang paling sering mamie putar. CD nya saja sudah 2 kali mamie beli cd nya dan semua rusak gara-gara keseringan diputar oleh Amdan. Hingga setiap act dari Alex- si singa, Marty-si zebra bahkan gaya Gloria-si kuda nil dengan sangat tepat Amdan dapat menirunya tepat bersamaan dengan scene nya.

Semalam, mamie nonton lagi di HBO, dan seperti sebelum-sebelumnya mamie tetap bisa menikmatinya. Bahkan lebih tersirat pesan-pesan dibanding ketika mamie nonton sebelum-sebelumnya.

Hidup adalah pilihan. Memang adalah benar. Kita bisa memilih hidup di habitat sendiri atau di kota lain yang penuh dengan gemerlap dan segala ketersediaan. Dan kadang pada saat kita dikelilingi oleh segala kenikmatan duniawi, tetap saja ada perasaan kurang. Rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri. Kadang sesuatu yang diangankan itu "nampak" indah dibanding kenyataan. Sehingga keadaan seindah apa pun masih saja dianggap kurang. Hal ini terlihat dari sikap Marty yang selalu berhayal akan kembali ke habitatnya. Hanya melalui gambar, dia membiarkan angannya berkembang sehingga tidak melihat hal hal yg baik disekitarnya. Tapi itulah realita kehidupan dan mamie yakin semua orang pernah berpikir tentang hal tersebut.

Hal yang paling menarik yg digambarkan adalah persahabatan. Sangat ekstrim memang pemilihan karakter Alex, singa dan Marty, si zebra. Dalam realitas kehidupan pastilah singa tidak akan bersahabat dengan seekor zebra. Tetapi mungkin itulah yang ingin digambarkan. Bahwa dalam perbedaan yang sangat mencolok pun mampu terjalin persahabatan yang murni. Perubahan yang terjadi pada Alex memang dipengaruhi oleh lingkungannya dimana dia seharusnya berasal. Menjadi sang raja hutan. Dan adalah kodratnya untuk memangsa Marty, sahabatnya. Tapi apakah dia mampu? Ternyata pergolakan bathin antara kepentingan dirinya dan pertemanan membuat dia sangat tersiksa. Tidak bisa memilih. Akhirnya dia memilih untuk meninggalkan Marty yang selama ini menjadi sahabatnya dalam suka dan duka. Memilih mengasingkan diri dan hidup tanpa kawan sebagai raja hutan. Sosok Marty juga adalah gambaran sahabat sejati. Seharusnya dia sudah bisa meninggalkan pulau Madagaskar, dimana mereka terdampar. Tetapi tidak. Dia dengan resiko kehilangan nyawa berusaha sekuat tenaga untuk bisa menyadarkan Alex dan membawanya kembali bersama ke tempat dimana sebelumnya keseharian adalah hal yang menyenangkan. Apakah ada sahabat seperti itu dizaman sekarang seperti ini? Kepentingan akan diri sendiri menjadi sangat dominan. Jangankan sahabat, kadang keluarga sendiri bisa kita abaikan untuk memuaskan keinginan diri sendiri.

Tetapi itu kadang kita sadari apa bila kita sudah membuat khayalan yang semula tampak indah menjadi nyata. Saat itu barulah biasanya kita berpikir, betapa indahnya kenyataan yang dulu. Tetapi seandainya begitu pun bagi mamie itu pelajaran dan bukan penyesalan. Setiap keputusan memiliki resiko. Tinggal kesiapan atas resiko tersebut.

Yah.. Banyak sebenarnya pembelajaran dari kehidupan sehari-hari bahkan dari film sekalipun. Semoga membuat mamie lebih kuat dan mengerti akan arti hidup dan mengerti serta menghargai persahabatan sejati.