Friday, July 24, 2009
Nyesel deh (doh)
"Apa ini karena banyak mp3 bajakan yah mba?" Tanyaku kepada pramuniaga Disc Tara yang berada di Panakkukkang Square. Masih ingat beberapa waktu yang lalu toko ini mengambil sekitar 5 petak ruangan, namun sekarang sudah mengecil menjadi 1 petak saja. Suasananya pun tidak senyaman dan selapang dulu, dan yang pasti CD CD yang dijual tidak lagi lengkap.
Disaat saya ingin memperoleh CD music dengan kualitas memuaskan justru tidak tersedia.
"Mbak, di Mall Ratu Indah mungkin ada stoknya yah?", tanyaku ngotot ingin memperoleh yang kuinginkan. "Sudah lama tutup mbak", jawabnya
Oh my God, bahkan saya tidak menyadari toko yang di Mall yg satu itu sudah tutup. Kembali dalam hati aku menyesal.
Memang dibandingkan membeli mp3 bajakan yang nilainya cuman 10% dari CD aslinya, membuat kita kadang lebih tergiur untuk membeli bajakan. Ditambah dengan lagu2 tambahan hingga bisa sampai 8 album.
Tetapi saya terus terang sering merasa menyesal dikarenakan suaranya yang tidak terlalu memuaskan. Quality identic with price, sepertinya masih berlaku.
Marc Anthony, my idol..
Saya akan sabar menantimu mengalunkan suara emasmu di telingaku
Sambil aku melatih salsa dance hingga jika waktunya kita bisa bersama-sama menikmati apa yang diberikan Tuhan melalui dirimu.
Kesabaran menandakan kesetiaan
Aku akan setia padamu Marc
Ya..
Sesekali berselingkuh dengan Jason Mras
Yang aku beli karena tidak ingin pulang dengan tangan kosong. :p
Tuesday, May 26, 2009
Pulanglah Adikku
Walaupun agak pribadi keluhannya, tapi mamie merasa penting untuk mencatat ini sebagai suatu hal yang mungkin nantinya bisa mengingatkan kita-kita sekalian.
Dikarenakan masih tinggal bersama mertua dan suami yang kerja serabutan, Dia merasa tidak cukup. Semuanya serba kekurangan. Dia selalu kuatir akan bagaimana hidupnya kelak, gimana sekolah anak-anak, gimana makan dan sandang dan sebagainya yang membuat dirinya merasa harus berbuat sesuatu.
Walaupun sebenarnya dia punya keahlian yaitu menjahit, itupun tak cukup dirasanya untuk bisa menghidupinya. Akhirnya dengan minta bantuan saudara-saudaranya di makassar, dia berharap bisa kemari dan mencari penghidupan baru. Dengan alasan yang dibuat agar suami percaya maka berangkatlah Dia ke Makassar dengan biaya yang merupakan hasil patungan dari saudara2nya.
Saat itu memang Dia sudah tidak bisa menahan lagi tekanan yang menurutnya sangat membuat dia sedih, berpikir tentang apa yang akan terjadi pada hidupnya kemudian. Tetapi ini mungkin saja proses yang harus dilalui untuk bisa menyadari. Kadang saat kita memiliki sesuatu kita jarang menyadarinya sampai barang/orang tersebut sudah tidak ada lagi.
Demikian yang dirasakan Dia, niat untuk bisa bekerja di makassar tak kesampaian juga, dikarenakan merasa bersalah telah membohongi suaminya dan meninggalkan seorang anaknya disana. Suatu hal yang memang harusnya jadi pelajaran untuk kita semua, bahwa restu itu penting untuk melaksanakan niat kita. Restu yang sebenarnya melepaskan diri kita dari rasa bersalah dan tidak mendapat dukungan. Alhasil Dia melalui hari-harinya dengan tanpa ada sesuatu yang dikerjakan yang berhubungan dengan niatan awalnya. Malahan cenderung resah merasa terombang ambing diantara pilihan antara menetap dan tidak.
Akhirnya dengan keadaan tak menentu, Dia menjadi labil, bingung dengan apa yang harus dia lakukan.
Setelah bermusyawarah dengan suami, saya akhirnya berbicara kepada Dia. Yang namanya pernikahan adalah mustahil jika tidak terdapat hal yang tidak sesuai dengan keinginan.
Tetapi pernahkah kita sadar bahwa setiap benturan, goncangan itu akan membuat kita lebih dewasa dan lebih bisa memahami, menerima arti hidup?
Kadang banyak orang yang gagal dan hampir gagal dalam menjalankan kehidupan perkawinan dengan alasan, saya tidak cocok lagi, atau semuanya tidak sesuai dengan keinginan saya lagi
Tapi layaknya intan, untuk memperoleh intan yang bersinar, haruslah diamplas hingga sinarnya bercahaya dan bernilai mahal
kira-kira seperti itulah kita hidup dan belajar dengan orang-orang disekitar kita termasuk kepada pasangan kita
Pulang lah adikku,
Jangan lari dari keadaan yang akan membuat diri kita menjadi intan yang bisa memberikan cahaya bagi orang-orang disekitar kita.
Monday, May 18, 2009
Launching AstaMedia Blogging School
Seminggu sebelum acara, Mr. Iqko alias om beruang menghubungi mamie dan memberitahukan jikalau mamie bersedia menjadi moderator di acara tersebut. Wah.. kesempatan narsis gak boleh disia siakan :P. Segera mamie menjawab OK BOSS. Dengan meminta profil pembicara dan materinya biar nanti yang diomongin nyambung.
Mungkin kesibukan yang dialami oleh Iqko dan Nanhie, panitia pelaksana acara membuatnya melupakan permintaan mamie, bayangin undangan aja yang dijanji akan dikirim di rumah akhirnya lewat email dan itu malam sebelum acara :P
Tapi no problem, memang adik-adik ini suka memacu adrenalin kita, biar dumba dumba geleter mungkin. Dan dumba-dumbanya emang jadi, bayangkan yang jadi narasumber itu adalah pak Onno W. Purbo, pakar IT Nasional yang tidak asing lagi. Gubrakk!! jadi puyeng tiba-tiba, gimana nih bicara sama pak Onno. Blum lagi dihubungkan sama nara sumber si empunya Blogging School ini, Mr. Asri Tadda :D *puyeng tujuh keliling*
Tapi berbekal "Bismillah" akhirnya mamie menjalankan tugas yang diberikan. Dan yang paling mengejutkan sosok pak Onno yang menurut mamie adalah seorang yang bisa jadi adalah Gig hehehe ternyata sangat menyenangkan. "Akarui" kata orang Jepang.
Dan secara keseluruhan acara memang menyenangkan, dipandu oleh orang-orang yang menyenangkan juga. Semoga sekolahnya juga menyenangkan. Harapan mamie adalah semoga Asta Media Blogging School dapat menjadi sekolah yang menghasilkan blogger2 berkualitas penuh kreativitas. Gak kek mamie sekarang ini, kalo mau nulis ..ya nulis.. tapi banyakan gak nulisnya :P
Sukses untuk AstaMedia Blogging School, sukses tuk panitia, sukses tuk semua narasumber termasuk pak Budi Putra, yang baru pertama mamie bertatap muka. Pokoknya Sukses untuk Semua
Thursday, March 26, 2009
Kembali ke Rumah Lama
Baru deh mamie sadar, kenapa waktu di Jakarta ketika bertemu dengan orangnya Pandi (Asosiasi pengelola domain Indonesia) dianjurkan untuk menggunakan web.id saja selain com.
Rupanya memang karena sifatnya internasional lebih mudah diambil, dibajak, dan digunakan oleh orang-orang lain yang tidak jelas asal usulnya.
Tapi apa boleh buat, walaupun dibawah tertera untuk menghubungi seseorang yg mengambil domain itu, mamie give up, toh emang gak niat memperpanjang lagi domain itu. Sementara ini mamie berusaha untuk bisa make web.id. tapi itu pun mikir-mikir kok nyusahin dan repotin orang banget yah? mana om Mus pasti sibuk untuk ngurusin kerjaan dan kuliahnya, pasti sulit waktunya buat ngurusin hal-hal seperti ini untuk mamie.
Dengan pertimbangan diatas mamie akhirnya memutuskan menggunakan "rumah lama" mamie, blog pertama mamie.
Sama juga dengan pikiran mamie akhir-akhir ini, dimana mamie kepikiran untuk mencari tempat tinggal yang lebih kecil, lebih tenang dan lebih sederhana.
Sepertinya memang sudah pada batasnya.. dimana kita sudah mulai jenuh dengan hal-hal yang berbau wah..
Hal yang selama ini membuat hidup kita terasa berat. Menurut teori Zen, dalam simplifying your life, kita harus melepaskan semuanya. Melepaskan hal-hal duniawi yang selama ini membuat kita menjadi stress, berpikir keras untuk sesuatu yang tidak bakal kita bawa jika akhir hayat kita.
Simple, sederhana, rumah lama pun jadi nyaman
Wednesday, February 13, 2008
Move
Sejak rumah mamie disabotase orang yang tidak tau dari mana asalnya akhirnya mamie pindah kembali ke rumah lama hehehe...
Ternyata rumah lama lebih asik, lebih adem, lebih sederhana dan gak pake duit bayarnya hahah..
selamat datang kembali ^_^
Wednesday, January 23, 2008
Nonton Tsugaru Shamisen
Dalam rangka memperingati 50 tahun persahabatan Indonesia dan Jepang, hari Selasa tanggal 22 Januari kemarin didiadakan pertunjukkan Tsugaru Shamisen dengan menghadirkan pemain shamisen yang terkenal di Jepang yaitu Kazuhiro Fukui.
Undangan diperoleh gratis di Konsulat Jendral Jepang dan gedung kesenian Societeit de Harmonie dipenuhi oleh pengunjung yang antusias dengan performance yang sangat menarik itu.
Walaupun dimulai dengan waktu yang agak telat, tetapi itu tidak membuat suasanya kekaguman menjadi berkurang. Ditambah dengan kolaborasi MC yang menarik yang salah satunya merupakan staf dari Konsulat Jendral Jepang, Ms. Matsuoka.
Alat musik ini berasal dari Timur Tengah dan setelah masuk ke Jepang di sekitar abad 15 dan 16 berubah bentuk disesuaikan dengan kesenian lokal. Perubahan tersebut berlangsung sampai sekarang. Yang awalnya dipakai sebagai alat musik pengiring sekarang cenderung disajikan solo. Shamisen yang dulunya juga dipetik dengan tempo lambat, sekarang sudah dengan tempo cepat. Perkembangan ini yang dominan terjadi di daerah Tsugaru sehingga dikenal dengan Tsugaru Shamisen.
Shamisen, yang terbuat dari kayu dan kulit ini tidak jauh seperti alat petik yang lainnya. Memiliki snar dan alat petik. Namun yang menarik disebutkan adalah harga sebuah shamisen ini sama dengan harga sebuah mobil mercedez. Cukup malah untuk sebuah alat musik, tetapi setelah alat ini dimainkan oleh pemain pro sekaliber Kazuhiro Fukui, harga itu seimbang dengan bunyi yang dihasilkan.
Kazuhiro Fukui sendiri adalah musisi muda tsugaru shamisen. Sejak usia 10 tahun shamisen sudah menjadi alat musik pilihannya. Kazuhiro Fukui memenangkan 3rd Japan Tsugaru-Shamisen contest. dan telah tampil di event-event internasional seperti World Cup 2002, Aichi Expo 2005. Selain itu Kazuhiro Fukui telah berkolaborasi dengan musisi dari berbagai jenis aliran dan sudah merilis album berjudul GOLDFINGER, yang merupakan album J-Pop dengan tsugaru samisen didalamnya.
Penonton dibuat terlarut dalam alunan petikan tsugaru ini. Tempo dan stressing yang dimainkan dengan apik membuat diri kita seolah-olah berada di negeri sakura saat itu. Iringan tepuk tanganpun terasa tidak cukup untuk menunjukkan kepuasan dalam menonton pertunjukan ini. Terima kasih untuk Japan Foundation dan Konsulat Jendral Jepang yang telah mempersembahkan pertunjukan ini kepada Makassar, sebagai salah satu usaha untuk lebih mengenal Jepang dari segi budaya. Selamat memperingati Golden Year persahabatan Indonesia Jepang.
Thursday, January 10, 2008
Raih mimpi di 2008
Lalu apakah yang menjadi impian saya sendiri?, apa yang menjadi harapan di tahun ini?
Tentukan Jalan dan Peran
Sangat sulit sebenarnya untuk mendefenisikan mimpi-mimpi yang ada dikepala menjadi rencana-rencana kecil untuk meraih mimpi itu. Sebagai manusia saya masih tidak terlepas dari keinginan-keinginan berlebih. Mau ini mau itu, pengen ini pengen itu. Hal ini yang membuat seolah-olah saya bagai air di daun talas. Tetapi saya sadar, mengapa hal itu bisa sulit buat saya. Keadaan-keadaan tertentu dimana saya tidak merasa nyaman membuat saya berpikir instan. Saya seharusnya tidak menganggap sepele anjuran para daeng ku mengenai perlunya kita membuat track atau jalur apa yang harus dilalui untuk mencapai mimpi itu khususnya di tahun 2008 ini.
Beralasan kesibukan sehari-hari sebenarnya membuat saya menjadi lebih terpuruk dalam keadaan yang membuat saya lebih tidak bisa memberi ruang untuk berpikir selain menjalani, melaksanakan saja apa yang ada didepan ku saat itu. Terima kasih daeng untuk tetap motivatorku.
Semua orang pasti ingin maju, berbuat sesuatu yang lebih di setiap harinya. Semua itu tidak akan bisa tanpa dorongan untuk mencapai titik impian yang kita inginkan. Dan yang mengawali itu adalah mengolahnya dengan pikiran. Kadang dalam role kehidupan ini, kita menjalaninya tanpa sadar. Hal ini saya rasakan sendiri dimana sebenarnya saya memiliki peran penting dalam hidupku.
Menjadi istri dan ibu yang disayangi
Semakin hari semakin merasa kenikmatan sebagai seorang ibu. Mungkin kerinduan selama jedah waktu yang agak lama ditinggal membuat aku merasa bahwa aku memang membutuhkan mereka, mereka membuat hidupku menjadi lebih bersinar. Kelucuan dan keluguan mereka membuat ku lupa akan persoalan-persoalan yang kadang berat untuk dihadapi. Berusaha menjadi istri yang baik dan patuh sama suami menerima kekurangan dan kelebihannya sekaligus.
Memperindah hubungan dengan orang-orang di sekitar.
Saya dilingkupi dengan orang-orang yang menyenangkan dan saya sangat bersyukur akan itu. Keinginan untuk berada di sekeliling orang-orang yang selalu memberi motivasi, terhadap semua hal. Saya ingin memberi sesuatu dalam kehidupan ini, ingin bermanfaat untuk orang-orang di sekitar saya. Dan yang pasti ingin memperluas pergaulan, sehingga kesempatan untuk dapat belajar lebih terbuka.Bergabung ke komunitas-komunitas yang bisa memberiku pengetahuan yang bisa aku manfaatkan untuk diriku dan untuk orang sekelilingku.
Fokus ke pekerjaan sosial
Pekerjaan sekarang adalah pembelajaran buatku, bagaimana mengelolah departemen dengan orang-orangnya sebenarnya tantangan berat buatku. Apalagi dalam suatu institusi yang aturannya sudah ditentukan. Otomatis saya cuma bisa “berimprovisasi” di lingkup departemen ku saja. Hal yang makin lama aku makin merasa terbatas. Ruang yang diserahkan ke aku sudah tinggal di maintain saja. Hal yang membuatku mulai merasa kurang tertantang lagi.
Dari sekian banyak pengalaman dalam bekerja yang sudah aku peroleh, yang paling menyenangkan adalah menjadi guru di tempat kursus dulu. Sepertinya kegiatan ini memanggil-manggil aku lagi. Aku ingat pepatah, saat kita memberi itulah saat kita menerima.Aku akan menempatkan ini sebagai salah satu rencana yang bisa membuat aku merasa “bermanfaat”.
Independensi, kemerdekaan berpikir dan bertindak pasti membuat kita bersemangat untuk lebih berinovasi, berimprovisasi dalam menghadapi setiap tantangan hidup. Ganbatte mamie!!!
Saturday, December 01, 2007
Hari Peduli Aids Sedunia
Mari bersama-sama memperingati hari AIDS Sedunia ini dengan posting tentang AIDS di blog masing-masing..
Selamat Hari AIDS Internasional.
Terus terang mamie tidak terlalu paham masalah AIDS. Yang mamie tahu hanya betapa menakutkannya penyakit itu dan penderitanya semakin hari semakin bertambah. Dan yang sulit adalah penderita pun kadang tidak kelihatan. Tidak seperti penyakit lain yang gejalanya dari awal memungkinkan untuk diketahui. Hal ini lebih dimungkinkan karena para penderita merasa malu dan takut untuk disingkirkan oleh masyarakat, oleh kita-kita ini.
Mungkin rasa peduli yang diharapkan itu belum bisa mamie berikan, tapi dengan anjuran ibu er-te mudah2an ini sedikit mengingatkan betapa bahayanya penyakit Aids ini, dan betapa pentingnya peranan kita untuk tidak membuat jarak dengan para penderita. BE SAFE! Dan Hidup lebih indah tanpa Narkoba.
Wednesday, November 07, 2007
Counting days... Tinggal sebulan Lagi..!
Hal yang paling mamie suka adalah karena bisa menghadapi kehidupan sehari-hari dari bangun pagi, siang hingga malam.
Hal yang mungkin menjadi tantangan adalah cuaca. Namanya juga gak terbiasa dengan udara dingin bawaannya masuk angin terus, untung bawa obat dari Indonesia, sehingga wes..wes..wes.. bablas angine. hehehe
Tapi benar, mamie merasa betah disini dengan kehidupan sederhana dan semuanya dilakukan sendiri. Dari bersih-bersih, cuci baju, ke kursus dll. Sangat menyenangkan. Untunglah mamie juga bisa nebeng di apato yuyi, yang pada dasarnya memang mamie merasa cocok dengan dia dan mudah2an yuyi juga gak komplen ditebengi.. hihihi. Tapi beneran mamie bersyukur, bisa dibantu sama yuyi.
Keadaan yang menyenangkan ini membuat mamie melirik tanggal kepulangan. Aduh tinggal sebulan lagi sudah harus pulang. Dan itu berarti di Matsuyama mamie tinggal 2 minggu, selebihnya training di kantor pusat di Kyouto dan Shizuoka.
Oh dear.. waktu terlalu cepat berlalu, masih banyak sebenarnya hal yang ingin mamie rasakan disini. Tetapi mamie juga gak bisa egois, keluarga di rumah menanti. Makasih papah sudah mengizinkan dan anak2 ku yang sabar ditinggal sama mamahnya. Terima kasih yang tak terhingga untuk kesempatan ini.
Menghitung hari, sebenarnya gak mau mamie lakukan, tapi itu sudah jalannya. Mudah2an sebulan kedepan lebih banyak lagi pembelajaran, pengalaman yang bisa mamie bawa pulang dan bagi2 sama orang2 tercinta. また頑張りましょう
Friday, October 12, 2007
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Segala yang ada dalam hidupku
Kusadari semua milikMu
Ku hanya hambaMu yang berlumur dosa
Tunjukkan aku jalan lurusMu
Untuk menggapai SurgaMu
Terangiku dalam setiap langkah hidupku
Karena…
Kutahu…
Hanya Engkau…
Tuhanku…
Allahu Akbar
Allah Maha Besar
Ku memujaMu di setiap waktu
Hanyalah padaMu
Tempatku berteduh
Memohon ridho dan ampunanMu
Allahu Akbar
Allah Maha Besar
KumemujaMu di setiap waktu
Hanyalah kepadaMu
Tempatku berteduh
Memohon ridho dan ampunanMu
Allahu Akbar
Allah Maha Besar
KumemujaMu di Setiap Waktu
------
Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar...
Aku bukan siapa-siapa
Karena Engkau maka aku ada
Ampuni aku ya Allah...
Maafkan aku atas kesalahan terhadap ciptaanMu
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Menjelang 2 Minggu di Matsuyama
Hari ini dimana mamie merasa hari yang paling melelahkan, apa karena dah klimaks dari hari-hari yang sebelumnya? mungkin juga. Yang pasti setelah pulang dari kursus di Fukushi Center, mamie langsung gubrakzz,... tidur..
Mungkin karena kejauhan naik sepedanya dan pelajarannya emang susah. Mana teman mamie yang ikut dah pada jago-jago, satunya orang Australia yang dah sekolah selama 8 bulan. Satunya lagi orang China yang emang pada dasarnya punya pengetahuan lebih dengan karakter kanjinya. Wah capek banget deh.. apalagi setelah kursus nyempetin ke toko sayur yang lumayan jauh...
Beneran mamie harap kesehatan mamie disini bisa terjaga dengan baik, soalnya anginnya mulai dingin apalagi kalau malam.
Yang sebenarnya bikin sedih adalah malam ini, dimana mamie membayangkan di rumah pasti rame, orang-orang pada mengumandangkan takbir, sementara mamie cuman di kamar buka-buka milis dan blog.. sedih banget. Ingat keluarga di makassar..aduh tambah sedih deh.
Yah ini resiko dari pilihan yang mamie ambil, mau gak mau harus dihadapi. Minimal ini akan menjadi pengalaman dimana untuk pertama kalinya mamie lebaran tidak bersama dengan keluarga.
Rencananya besok akan sholat ied bersama sesama muslim di matsuyama dan sekalian halal bi halal. Tunggu ceritanya yah..
Hidup adalah pilihan, dan setiap pilihan pasti beresiko..
頑張ってねユリちゃん。
Monday, September 24, 2007
Madagaskar.. Life & Frienship
Sebenarnya film ini sudah beberapa kali mamie nonton. Perasaan ini film animasi yang paling sering mamie putar. CD nya saja sudah 2 kali mamie beli cd nya dan semua rusak gara-gara keseringan diputar oleh Amdan. Hingga setiap act dari Alex- si singa, Marty-si zebra bahkan gaya Gloria-si kuda nil dengan sangat tepat Amdan dapat menirunya tepat bersamaan dengan scene nya.
Semalam, mamie nonton lagi di HBO, dan seperti sebelum-sebelumnya mamie tetap bisa menikmatinya. Bahkan lebih tersirat pesan-pesan dibanding ketika mamie nonton sebelum-sebelumnya.
Hidup adalah pilihan. Memang adalah benar. Kita bisa memilih hidup di habitat sendiri atau di kota lain yang penuh dengan gemerlap dan segala ketersediaan. Dan kadang pada saat kita dikelilingi oleh segala kenikmatan duniawi, tetap saja ada perasaan kurang. Rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri. Kadang sesuatu yang diangankan itu "nampak" indah dibanding kenyataan. Sehingga keadaan seindah apa pun masih saja dianggap kurang. Hal ini terlihat dari sikap Marty yang selalu berhayal akan kembali ke habitatnya. Hanya melalui gambar, dia membiarkan angannya berkembang sehingga tidak melihat hal hal yg baik disekitarnya. Tapi itulah realita kehidupan dan mamie yakin semua orang pernah berpikir tentang hal tersebut.
Hal yang paling menarik yg digambarkan adalah persahabatan. Sangat ekstrim memang pemilihan karakter Alex, singa dan Marty, si zebra. Dalam realitas kehidupan pastilah singa tidak akan bersahabat dengan seekor zebra. Tetapi mungkin itulah yang ingin digambarkan. Bahwa dalam perbedaan yang sangat mencolok pun mampu terjalin persahabatan yang murni. Perubahan yang terjadi pada Alex memang dipengaruhi oleh lingkungannya dimana dia seharusnya berasal. Menjadi sang raja hutan. Dan adalah kodratnya untuk memangsa Marty, sahabatnya. Tapi apakah dia mampu? Ternyata pergolakan bathin antara kepentingan dirinya dan pertemanan membuat dia sangat tersiksa. Tidak bisa memilih. Akhirnya dia memilih untuk meninggalkan Marty yang selama ini menjadi sahabatnya dalam suka dan duka. Memilih mengasingkan diri dan hidup tanpa kawan sebagai raja hutan. Sosok Marty juga adalah gambaran sahabat sejati. Seharusnya dia sudah bisa meninggalkan pulau Madagaskar, dimana mereka terdampar. Tetapi tidak. Dia dengan resiko kehilangan nyawa berusaha sekuat tenaga untuk bisa menyadarkan Alex dan membawanya kembali bersama ke tempat dimana sebelumnya keseharian adalah hal yang menyenangkan. Apakah ada sahabat seperti itu dizaman sekarang seperti ini? Kepentingan akan diri sendiri menjadi sangat dominan. Jangankan sahabat, kadang keluarga sendiri bisa kita abaikan untuk memuaskan keinginan diri sendiri.
Tetapi itu kadang kita sadari apa bila kita sudah membuat khayalan yang semula tampak indah menjadi nyata. Saat itu barulah biasanya kita berpikir, betapa indahnya kenyataan yang dulu. Tetapi seandainya begitu pun bagi mamie itu pelajaran dan bukan penyesalan. Setiap keputusan memiliki resiko. Tinggal kesiapan atas resiko tersebut.
Yah.. Banyak sebenarnya pembelajaran dari kehidupan sehari-hari bahkan dari film sekalipun. Semoga membuat mamie lebih kuat dan mengerti akan arti hidup dan mengerti serta menghargai persahabatan sejati.
Monday, August 06, 2007
Hargai Hidup... :)
Gak sabar aku menunggu pace yang berniat mengantarku. Aku sebenarnya bukan orang yang suka ngotot, tetapi rasa sakit ini sudah gak bisa aku tahan lagi. "Pace, dimana?". "Tunggu, dikit lagi sampai".
Akhirnya dengan naik mobil Eman, rekanan pace aku diantar ke rumah sakit Akademis. Maklum si hitam belum keluar dari bengkel, masih saja berdandan. "Sudah telpon endy?", tanya pace. Oh iyah lupa, segera aku menelpon sambil masih menahan sakit. "Endy, lagi dimana?". "Eh mamie, di akademis". Wah kebetulan sekali jadinya. Akhirnya aku menjelaskan rencanaku untuk di opname. Sebagai seorang dokter endy pasti bisa membantu.
Begitu tiba, seorang suster keluar dari ruang UGD. "Ada yang sakit?". Aku cuma menunjuk diriku dan berjalan tertatih-tatih karena rasa sakit yang masih mendera. Rasa sakit yang serasa menembus hingga ke punggung.
Gak lama setelah aku berbaring, aku segera menelpon dr endy, memberitahukan bahwa aku sudah di UGD. Beberapa saat kemudian dia datang dan bilang ke suster. "Diketeter aja pasiennya". Hah!! Dasar endy, masih juga main padahal badanku dah mementuk huruf O gara2 kesakitan.
Eh, tapi mungkin itu salah satu cara untuk menghibur pasien yah? Hmm kalo mau dihibur sama dokter endy sih mending ngajak dia ke karaoke.. :P
Setelah diinterogasi sama dokter endy, dimulailah prosesi yang aku amat takuti, pasang infus dan ambil sample darah. "Sus, ajak cerita dong, biar aku gak rasa sakit", kataku memelas pada suster yang siap-siap menusukkan jarum infusnya ke tanganku. "Iyah", katanya ramah. "Bisa gak diinfus yah sus, minumku banyak kok", masih aja aku berusaha membujuk sekedar untuk menghindarkan jarum itu tertancap di tubuhku. "Sebaiknya diinfus, supaya masuknya cairan dapat dijamin". Wah... Gagal. Akhirnya dengan pasrah aku membiarkan diriku di "kerjai" dengan sedikit meringis ketika jarum itu mulai tertancap di arteriku.
Setelah dokter endy membantuku, menyusul kemudian dokter jaga datang dan bertanya mengenai keluhanku. Aku menjelaskan sedetail-detailnya. Takut, bisa jadi salah informasi salah diagnosa. Salah diagnosa salah treatment... Hehehe bisa "lewat" deh.
Ngomong soal "lewat", aku sempat kaget. Beberapa orang tiba2 masuk ke ruangan UGD saat itu sambil menggendong seorang cewek.
Keingintahuanku timbul, minimal hal ini bisa sedikit mengalihkan aku dari rasa sakit yang masih saja betah bersamaku.
"Kenapa ini?, dipotong sendiri yah?", tanya suster yg sudah berada dalam bilik yg cuma dilapisi gorden. Astaga!!! Cewek itu rupanya mencoba mengakhiri hidupnya dengan mengiris pergelangan tangannya. Hhh...
Sungguh ironis. Aku yang karena pengen sembuh, pengen melaksanakan kegiatan-kegiatanku bela-belain mengabaikan rasa takutku ke rumah sakit. Sementara ada orang lain yang dengan sengaja menginginkan untuk tidak punya kesempatan lagi dalam hidupnya. Aku yakin dia pasti mengalami kekecewaan yang sangat sehingga tidak dapat melihat lagi sisi baik dari hidup.
Hidup ini indah, pastilah itu. Cuman kadang kita dibutakan oleh hal-hal kecil yang membuat kita kecewa sehingga tidak bisa melihat masih ada yang indah di balik itu.
Sakit badaniah yang aku rasakan pasti punya hikmah. Perasaan hancur juga pasti ada hikmahnya. Patutkah kita mengakhiri hidup ini karena itu? Padahal mungkin sebentar, besok, atau lusa hikmah itu baru menampakkan dirinya. Semoga ini menjadi pelajaran buatku untuk lebih menghargai hidupku.
*bersabar menunggu hikmah dibalik ini*
Monday, July 30, 2007
Sebenarnya pengen banget nolak, ketika mamie didaulat sama Ntan yang jadi ketua panitia Blog for Life, yang diselenggarakan oleh komunitas blogger makassar pada tanggal 28 Juli 2007, kemarin.
Bukan apa apa, mamie sebelumnya memang gak pernah menjadi moderator di acara seminar apalagi yang bersifat umum. Paling banter jadi pemateri di kantor yang emang dah jadi tugas untuk bisa menjelaskan untung rugi dana perusahaan.
Tetapi melihat teman-teman yang antusias dan sangat bersemangat, mamie jadi gak tega untuk menolak. Bahasanya cuman "Mamie jadi cadangan aja yah". Dalam hati mamie tetap berharap ada yang lain yang bisa menjadi moderator acara talkshow yang awalnya diberitahu berdurasi 90 menit.
Tit tit..tit tit.., sms mamie terima dari ndy, "Mamie, ditunggu kehadirannya di jalan monginsidi depan sekolah, tempat kerja Tiza sebentar jam 5 yah, untuk latihan". GLEK...!!! Gak adakah yang lain? Tetapi sungguh mamie cuman berpikir, kali hanya ini yang bisa mamie sumbangkan untuk teman2 di komunitas blogger makassar, komunitas yang selalu bikin mamie merasa masih muda, hihihi.
Datang di tempat kerja Tiza, ketemu teman2 semua yang memang kelihatan tanpa lelah mempersiapkan acara ini. Setelah tanya sana sini akhirnya mamie "siap" untuk memandu acara talk show.
Di hari H, malah mamie gak bisa berpikir, gak bisa ngatur apa yang harus mamie bilang nantinya, mana mas Reza dari Fajar FM bolak balik memberitahukan ini dan itu. Dan tanpa bisa menolak waktu itu pun datang, mamie gak mikir apa-apa lagi. Cuman dalam hati mamie bilang: "Mamie akan berusaha yang terbaik, dan menjadi diri mamie" Gak perlu menjadi penyiar profesional khan? toh emang bukan kerjaan mamie.
Alhamdulillah, mamie gak kagok, mungkin karena dah ditanamin rasa pede yang over oleh teman2 blogger, dengan style mamie akhirnya mamie bisa melakukan tugas itu dengan kepuasan tersendiri.
Mamie yakin masih banyak kekurangan-kekurangan yang mamie lakukan, tapi secara pribadi itu adalah achievement apalagi untung nya mamie ditemani sama teman2 yang bikin mamie bisa nyaman seperti Aan, Anwar Jimpe, Asri Tadda, Prof Mus, Rara dan Ilham yang emang top-top ditambah lagi dengan pak Amril yang emang dah jadi suhu nya komunitas blogger makassar. Sebuah pengalaman yang sangat berkesan dan gak akan mamie lupakan.
*mikir-mikir belajar MC ah... :P*
Sunday, July 15, 2007
Sanitasi.. Nambah!!
Karena bosan dengan masalah yang sama akhirnya kita mutusin untuk bikin "kolam renang"
Tadi malam, "kolam renang" itu dah ditutup, sempat juga sih jadi bahan candaan. Katanya bagus tuh pelihara ikan lele, kata si tukang. Mamie bilang "boleh, nanti kalo dah gede mamie undang makan-makan ikan lele yah?". Kontan semua menjawab "Teaja!!!" (gak mau)
Yah mudah2an ini solusi dari permasalahan di rumah, dah capek juga sih jadi mandor buat pekerjaan ini. --- capeee deee ---
Thursday, June 21, 2007
Gak Jadi Ikutan Lomba Foto.. hiks...
Seperti keinginan mamie untuk bisa ikut lomba foto yang di selenggarakan oleh Komunitas Blogger Makassar hanya tinggal keinginan saja.
Bukan apa-apanya, memang mamie sih bukan photographer pro. Mamie cuman suka mengabadikan kenangan melalui gambar. Ditambah dengan kesibukan minggu lalu yang benar-benar menyita waktu sehingga untuk upload foto pun susah. Giliran dah lepas batas lomba baru deh mamie bisa nulis.. hiks.. apaboleh buat 仕方がない.
Jadinya, mamie tetap berkeinginan menampilkan foto ini. Sebenarnya diambil saat iseng. Si icchank temen mamie liat becak nongkrong yang kosong pas waktu mau makan bakso. Dasar si icchank, gak seneng emang kalo gak bikin sensasi, tiba2 aja naik di becak dan dengan gaya tidur ala icchank... untung gak bebeang
Kepada panitia lomba foto, mohon maaf yah. Mamie mendaftar tapi gak bisa ikutan. Next time mudah-mudahan bisa maksimal dalam ikut lomba. Buat teman2 yang ikut, mamie surprise banget, foto2nya bagus-bagus.. salut deh pokoknya. Untuk icchank, sering2 pose yang aneh2 siapa tau dapat masuk di MURI, sebagai orang yang berpose teraneh..:p
Monday, June 11, 2007
Bang.. sms siapa ini bang.. !!
Ingat syair itu, mamie jadi geli sendiri. SMS memang bahaya sekarang. Kejadiannya kemarin malam, mamie tuh mau minta bantuan sama teman yang ada di Bali. Minta tolong dicariin hotel. isinya:
AAA, ini mamie. Rencana mamie sama BBB mau ke bali. Bisa minta tolong carikan hotel dekat kantor? Daerah kuta, Jangan yang mahal yah, kalo mamie minta double karena pace ikut. Rindu ki bede sama kita :D
Nah.. gak lama setelah itu, hape mamie bunyi. dari AAA. Tumben pikirku dalam hati, jarang-jarang nelpon loh paling cuma sms-an.
"Halo, siapa ini?", sahutan tak bersahabat mamie dengar dari yang menelpon. Nah loh.. kaget abis .. ! ingat bahwa sebelumnya mamie kirim sms, jadinya mamie curiga pasti istri dari AAA. wah.. langsung aja mamie bilang "oh maaf, smsnya mungkin gak jelas. saya Lily teman kantor AAA memang biasanya dipanggil mamie. maaf yah kalo isi smsnya bikin gusar"
Gak lama setelah itu diambil lah hape oleh si AAA, dan ngomong..mbak lily, sori istriku curiga sms dari siapa :P
Ampun..ampun.. gak lagi deh. Mamie kebiasaan nih "sok akrab" ama siapa saja. Bisa jadi negatif nih.. tobat!!!
Monday, May 28, 2007
Lembek atau Keras?
Dikit-dikit nangis..
Aku malah ingat dulu waktu kecil
pernah disuruh beli telur.. mungkin keasyikan mengayunkan tangan eh.. telurnya malah jatuh
Wah.. jadi deh.. mamah ketawa dan bilang aku sangat 'alus'
sangat fragile...
Sekarang, mungkin tempaan hidup yang aku lalui
membuat aku jadi orang yang kata temen2 dikantor
kalo mau ketemu aku, harus pake 'baca-baca' dulu
Kalo salah.. gak ada toleransi.. gak ada kompromi
Loh .. mana fragilenya?....
Lama-lama aku merasa memang aku punya kekurangan
malah ada teman berkata;
Aku memang kelihatan lemah tapi dibalik itu sangat keras
Memang.. masalah pengabdian kadang aku malah gak pikir-pikir
kalo memang aku total apa pun akan aku lakukan
Aku juga sadar.. aku gak pernah hitung-hitungan
untuk suatu pengabdian
untuk suatu kepatuhan
Tetapi.. batasan mungkin ada..
dan jika itu mencapai titik klimaksnya.. aku berbalik
sangat drastis..
Tapi.. apa boleh buat
仕方がない
Wednesday, May 16, 2007
Internet di rumah, bagus gak yah?
Dengan adanya komputer dirumah, anak-anak jadi senang. Bukan apanya yang dilakukan adalah main game terus. Katanya sih dibiarkan aja. Salah satu cara untuk membuat anak-anak mau belajar adalah dengan cara membuat mereka senang dengan pelajarannya itu. Game pun mamie pikir adalah salah satu pendekatan yang jitu agar mereka mau menyentuh komputer itu.
Mamie mulai membelikan CD belajar interaktif, dan akhirnya mereka kalo ke Gramedia pasti nangkring di tempat jual CD itu. Trus berembuk, ini udah ada..ini belum.. ini susah .. ah yang ini jangan. Kata-kata itu yang terdengar berulang-ulang. Mamie senang juga sih melihatnya, mana kesannya antusias banget. Mereka pasti berusaha menyeleksi ketat pilihan mereka, karena saat awal mamie dah wanti-wanti “Belinya satu saja! Dan tidak pake berantem!”
Akhirnya selalu mereka berdua datang ke mamie dan bilang “Mamah, yang ini saja!” dengan raut keceriaan yang tergambar di wajah mereka. Begitu tuh kalo ada sesuatu yang baru yang bagi mereka.
Sesuatu yang baru..., sekarang CD belajar interatif yang dirumah dah bertumpuk, gak dipakai lagi. Namanya juga anak-anak, jika sudah bisa mereka gak mau lagi, akhirnya mamie berpikir gimana kalo pasang koneksi internet di rumah yah.
Pastilah, dengan informasi yang tersaji uptodate, games-games yang terbaru, gambar-gambar menarik, itu akan membuat mereka gak akan pernah bosan. Tapi bagaimana dengan pengaruh negatifnya yah. Sempat juga mamie berpikir gak usah tapi bukannya nanti malah ketinggalan. Wah puyeng..nih..harus memilih.
Kesimpulannya, koneksi internet mamie pasang dengan beberapa syarat. antara lain, waktunya ditentukan, online diwaktu-waktu tertentu. Saat online, mamie harus mendampingi gak boleh sendiri. Dan ini harus mamie lakukan berhubung usia mereka masih 7 dan 5 tahun.
Kesimpulan ini mamie ambil, walaupun mamie mengkhawatirkan pengaruh buruk internet ini, mamie gak bisa membuat anak-anak terkungkung tanpa informasi tanpa pembelajaran. Karena sekarang mau gak mau kita harus ikut arus kalo gak mau ketinggalan, asal jangan terbawa arus. Prinsip keseimbangan perlu dipakai, karena semua hal yang terlalu efeknya pastilah buruk. Tinggal pandai-pandainya kita mengontrol keseimbangan itu. Dan untuk anak-anak, mamie akan bantu sampai mereka bisa mengontrol dirinya sendiri. Insha Allah.
Tuesday, May 08, 2007
Hati Hati Penipuan dalam kemasan Indomie!!
2 hari yang lalu mamie kaget, pace bilang dia dapat undian hadiah langsung dari indomie. Kenapa dia yakin karena ada di dalam bungkus mie nya dan bukan di kardus.
Akhirnya mamie ngambil kertas pemberitahuan undian itu. , Dalam hati ada juga sih berharap ini beneran.. lumayankan..dapat hadiah cuma-cuma, mobil lagi.
Akhirnya mamie hubungi nomor yang tertera di kertas itu
Bapak yang mengaku bernama Rahmat Hidayat yang masang nama sebagai kepala humas sangat mencurigakan. Bagaimana tidak cara bicaranya aja gak bagus amat. Ngaku dari Jakarta kok logatnya dipaksain. Trus singkat cerita dia bilang nomor rahasianya jangan diberikan ke orang karena nanti banyak yang ngaku. Katanya butuh duit Rp. 750.000,- untuk biaya administrasi dan minta di transfer di BRI. Mamie bilang akan bayar kalo rekening atas nama indofood.Mamie ngaku memang orang keuangan, dan bisa mengechek siapa tujuan duit dikirim.
Mungkin agak ragu, akhirnya dia bilang, kalo gitu kasih pulsa simpati aja yang mengantar. Katanya ada 4 orang dan terserah mau di kasih berapa ajah. Kasian, nipu kok kek mengemis :P
Mamie bilang ok mamie akan kasih ke dia untuk 2 orang aja pulsa simpati nya dan nanti mamie kirimkan pake sms.
Yah berhubung.. mobilnya gak muncul-muncul.. pulsanya gak bakal dikasih dong :P
Yang masih dalam pertanyaan di benak mamie, kok hal seperti itu bisa masuk dalam kemasan indomienya. Gak ngebayang kalo dimasukin racun deh... harusnya ini tanggung jawab PT.INDOFOOD
Mamie sempet telpon ke humasnya, dan bicara langsung. Katanya di produk manapun ada.
Lho.. itu bukan untuk "pembenaran" dia bahwa hal tersebut wajar. Mamie yakin ini ada hubungannya dengan orang dalam di indofood sendiri, mungkin ada pekerja yang dimanfaatkan untuk memasukkan itu. Tapi apakah PT. Indofood bisa menjamin itu???
Wah jadi takut nih makan indomie...
kalo dapat hadiah sih gak takut...
berhadapan sama penipu siapa takut
Mudah2an bisa jadi pelajaran untuk semuanya...
Thanks to Aef(rekan blogger makassar) yang nulis juga di blognya.