Tuesday, February 27, 2007

Jujur pasti Manjur!

Baca koran pagi ini dimana presiden dan rombongan naik kapal dari Lampung ke Jakarta bikin mamie berpikir, apakah pada saat presiden menaiki kapal tersebut sama kondisinya jika dia dan rombongan gak jadi penumpang? Usaha untuk perbaikan memang kelihatan tapi apakah hasilnya bisa maksimal. Mamie gak yakin apa yang didapatkan dari pengalaman presiden di kapal itu sama dengan uang di dapatkan penumpang dalam keadaan biasa. Di kantor aja deh contoh, kalo dah mau datang pejabat, semuanya dipersiapkan yang biasa jadi tidak biasa.

Kalo menurut mamie sih, intinya kita harus jujur. Bagaimana sih keadaan sebenarnya? Bukan untuk mencari kambing hitam yang selama ini kelihatannya sudah jadi trend, tetapi hanya untuk mencari permasalahan yang sebenarnya sehingga solusi penyembuhan dapat tepat kita laksanakan.

Contoh yg lebih kecil di lingkup pekerjaan. Kadang karena kita ragu dianggap boss kurang becus kita jadinya berbicara yg gak sesuai dengan kenyataan. Padahal bagi mamie, siapapun yg bisa melihat kelemahan itulah pemenangnya. Mamie yakin dengan melihat inti masalah, obatnya pasti gak salah. Cuma yang jadi masalah, apakah kita siap berbicara apa adanya dengan segala resiko. Yah.. Butuh kebesaran hati untuk bisa mengakui kelemahan tetapi kalo gak gitu yakin deh Gak akan ada perbaikan yg maksimal, gak akan dapat obat yang manjur.

Ganbatte mamie!!!

Tuesday, February 20, 2007

AKU JATUH CINTA KARENA TULISANNYA

Siapa bilang mengenal seseorang harus dengan perkenalan formil. Gaya lama.. bertemu, menyapa, mengobrol dan seterusnya.
Untuk model konvensional seperti itu sepertinya tidak umum lagi digunakan di zaman sekarang ini. Dengan perkembangan alat komunikasi semuanya menjadi ringkas, simple dan berisi. Yang menjadi masalah sekarang, apakah media tersebut bisa betul-betul mewakili seseorang untuk bisa dikenal dengan baik? Contoh saja SMS atau chatzone, merupakan media komunikasi yang memungkinkan bagi kita untuk mengenal seseorang, namun tidak sedikit yang sekedar iseng dan coba-coba apalagi jika tujuannya adalah lawan jenis bahkan memungkinkan sampai ke hal-hal yang negative. Sebenarnya cara yang paling mudah dan paling aman untuk mengenal seseorang adalah lewat tulisan. Tulisan adalah ungkapan perasaan dan pikiran yang jujur. Kecil kemungkinan orang bisa menulis dengan harus merekayasa tulisannya. Dan jika demikian, hal itu pun akan terbaca.

Aku berani membuat pernyataan diatas berdasarkan pengalaman. Sebelumnya adalah suatu hal yang wajar bagi aku untuk menilai penampilan seseorang. Love at the first sight sangat berlaku padaku. Fokus pada penampilan dalam hal ini tampang dan cara seseorang berpakaian adalah it’s a must buat aku. Dan jika sudah berkenalan kadang aku sadari bahwa penampilan tidak seindah dengan isinya. Tetapi kesadaran itu tidak instant, aku harus melewati proses yang panjang. Apa yang tampak cuma kemasan yang cantik, begitu aku buka.. ternyata gak sesuai dengan yang aku harapkan dari awal. Hal ini yang membuat aku selalu gagal dalam menjalin hubungan lebih lanjut.

Apakah memang cara ini nggak mempan buat aku? Mungkin iyah. Buktinya setelah aku mengenal ‘blog’, toh akhirnya aku menyadari bahwa dari beberapa blog yang aku baca, aku bisa dengan clear melihat karakter dari seseorang. Dari penampilan blognya, design dan warna aku bisa ‘mengenal’ yang empunya blog. Apalagi jika satu demi satu kata-kata yang tertulis sudah aku baca. Serasa aku sebenarnya gak butuh penampilan orang ini. Aku cukup bisa ‘melihat’nya sehingga mengaguminya dan lebih ingin untuk berbagi dengan dia. Mencari pasangan bagi aku bukan sekedar untuk ada yang mendampingi di setiap hajatan keluarga atau sekedar berstatus sebagai istri, tetapi berbagi dan melengkapi adalah yang aku inginkan dan ternyata ‘penampilan fisik’ bukanlah yang aku cari. Dan aku menemukannya .. cinta yang tulus tidak ada kebohongan dan kepura-puraan dan tanpa perlu ada keraguan di dalamnya.
Cukup bagi aku jatuh cinta dengan tulisannya, karena dengan itu aku lebih mengenal dirinya. idealismenya, kesederhanaannya, kelebihan dan kekurangannya. Segalanya tentang dia.



Monday, February 12, 2007

Memiliki...pikir-pikir dulu deh...!!

Ternyata 'memiliki' perasaan 'memiliki' itu menyiksa.

Coba aja, seandainya dibandingkan perasaan kehilangan yang 'punya' dan orang yg biasa2 saja saat ditimpah musibah banjir misalnya. Yang paling susah siapa yah?
Tapi sebenarnya gak bisa juga diukur dari luarnya, tetapi perasaan 'memiliki' itu.

Materi
Benarkah materi yg membuat kita bisa menikmati hidup?
Contoh aja mamie, perasaan semenjak mamie ada keliatan sedikit longgar justru serangan dari luar datang bertubi-tubi.
Malah ada kesan 'sombong' yg dilontarkan oleh orang2 yg seharusnya malah tau proses yang mamie lalui.

Perasaan lebih mending saat gak ada yang memperhatikan, saat materi sangat terbatas untuk keperluan sehari-hari. Memang istilah ada gula ada semut itu dah aturan alam. Gak bisa ditolak lagi. Tinggal kita mungkin menempatkan semut tersebut apakah sebagai pengganggu atau malah wadah untuk berbagi.

Berbagi, kata yang seharusnya mudah untuk dilaksanakan. Apa kira2 yg menghalanginya? Apakah perasaan memiliki itu? Sepertinya iyah. Gak usah jauh, kadang waktu pacaran aja kita bakal kelabakan kalo sang kekasih punya atensi sama cewek lain. Wuah hati ini jadi panas, mau komplain tapi malu. Gimana caranya, mau claim 'kamu milik aku' belum bisa juga, trus dibiarin gak rela juga. Kalau sudah begitu pasti uring2an deh.

Sama juga dengan barang khan, pokoknya yg dasarnya 'milik aku' itu pasti memberatkan. Bagaimana cara meringankannya. Yah kembali berserah diri bahwa apapun yg didunia ini adalah BUKAN MILIK KITA. Apapun itu... Bahkan jiwa kita.. tubuh kita (kata kita mungkin berupa pinjaman aja yah) .. Tetap berusaha mamie untuk tanamkan keyakinan itu. Ganbarimasu....

Thursday, February 08, 2007

MENYAKITI ATAU DISAKITI

Kalau disuruh milih kira-kira enakan yang mana yah?
Mungkin kalo mikir diri sendiri pasti kita milih mending 'menyakiti' yah?
Tapi apa benar itu membuat kita lebih nyaman?

Disakiti, sepertinya lebih mending, minimal kita masih bisa berusaha untuk berpositif thinking. Percaya bahwa orang melakukan itu bisa karena ketidak sengajaan dan kalau itu pun disengaja pasti ada alasannya.

Akhir-akhir ini mamie merasa, sebenarnya menyakiti itu lebih sakit dibanding disakiti. Sangat berat untuk mengalami dua perasaan itu secara bersamaan. Tapi untungnya, mamie malah bisa mengambil maknanya. Karena itu mamie tiba pada kesimpulan lebih baik disakiti dari pada menyakiti. Apalagi jika kita menyakiti tanpa disengaja atau karena ketidak berdayaan kita terhadap sesuatu yang harusnya kita lakukan.

Sangat sakit...!!!
Seperti menatap diri yang berada dalam kurungan dan melihat orang yang seharusnya kita bisa bantu tetapi gak bisa melakukan apa2.

Kalau sudah begini... what should I do?
jawabannya :
BERHENTI MENYAKITI ORANG LAIN!!!

Wednesday, February 07, 2007

BADAI PASTI BERLALU

Ungkapan ini sangat-sangat mamie percayai. Bagaimanapun keadaannya Badai pasti berlalu. Apakah badai tersebut menyisakan kerusakan besar atau kecil yang pasti itu akan berlalu…

Pada saat kita menjalani keadaan yang ‘menyulitkan’ kadang kita terjebak dengan keadaan, seakan akan bingung dan gak tau harus melakukan apa. Mungkin keadaan itu juga kalau kita berada di tengah tengah badai. Bingung dan yang ada cuma harapan agar badai ini segera berakhir.

Akhir….
Semua hal pasti punya akhir. Manusia pun punya akhir.. mudah2an dengan pemahaman ini ‘ego’ kita bisa ditekan. Untuk apa kita hidup? Berapa lama kita hidup? Segala proses yang terjadi dalam hidup adalah dinamika. Mungkin jika hidup ini datar-datar saja pasti gak menarik yah . Yang dibutuhkan mungkin ‘ketahanan’ dalam menghadapi badai dalam kehidupan. Semakin kokoh bangunannya pasti kerusakannya makin minim. Dan sumber kekuatan itu ada padaNya.

Salah seorang rekan kerja mamie sedang dalam ‘cobaan’, untuk bisa menerima vonis brain cancer sepertinya dibutuhkan ketahanan yang gak sedikit. Bukan cuma untuk teman mamie saja tetapi untuk istri, anak-anak, teman-temannya dll. Dan sepertinya mamie ‘dialihkan’ perhatian akan ‘masalah’ yang mamie hadapi. Ternyata apa yang mamie hadapi bukan apa-apa. Mamie cuma gak sampai berpikir ke ‘akhir’, sehingga ‘ego’ yang dominan. Mamie bersyukur ditengah keadaan seperti ini, seseorang selalu mengingatkan untuk ‘menikmati’ nya.

Toh memang rencana Tuhan itu indah, dan sebenarnya kapasitas kita untuk melihat keindahan itu terbatas karena yang nampak di mata kita dan yang kita rasakan mungkin jauh dari kesan indah itu. Dengan keyakinan ‘akhir’ yang ‘indah’ mudah2an itu menguatkan kita melalui badai dalam hidup ini.
Yakinlah... BADAI PASTI BERLALU

Monday, February 05, 2007

Apakah harus hidup sendiri...??

Oprah, walaupun sudah memiliki materi yg melingkupi dirinya, satu yg belum dimilikinya adalah 'pasangan'. Yang anehnya lagi rupanya itu yang diinginkannya... Hidup Sendiri
Kira-kira alasannya apa yah? Apakah dengan hidup sendiri tanpa pasangan akan lebih 'tenang'?

Hal yang mamie baru alami juga sepertinya mengarahkan pikiran mamie ke sana.
Menjalani hidup sendiri seakan jadi pilihan yang tepat. Apalagi jika sedang dilingkupi kekecewaan akan pasangan kita. Seakan akan pengen melepaskan diri saja dari ikatan ini saja.

Mamie pernah menyatakan bahwa belajar menerima kenyataan itu akan lebih ringan. Tetapi menjalaninya ternyata gak mudah. Malahan cenderung mamie menyalahkan seakan-akan apa pun yg telah dilakukan oleh seseorang yg kita beri kepercayaan sebagai 'pembenaran' atas tindakan apa yg dilakukannya.

Mamie seperti jadi orang yg gak hidup dalam kenyataan, tetapi hidup dalam pikiran, persepsi, curiga dan amarah dan terus terang itu sangat tidak enak.

Apakah perasaan gak enak ini yg dihindari oleh Oprah, Apakah harus hidup sendiri...?

Akhirnya... Memang seharusnya demikian.. Mamie akhirnya berserah, walaupun hal-hal negatif itu masih aja meniup-niup dipikiran dan perasaan.

Semoga mamie diberi kekuatan olehNya